Bernas.id ? Memiliki anak remaja yang kecanduan game dari gawainya seringkali membuat orang tua hilang akal untuk menghentikannya. Kemajuan teknologi dan kemudahan mendapatkan gawai dengan harga murah sering menjadi kambing hitam dari kecanduan remaja bermain game. Bagaimana cara mengurangi bahkan menghentikan kecanduan tersebut? Lima langkah sederhana ini dapat Anda lakukan sebagai solusinya:
1. Batasi Penggunaan Gawai
Membatasai penggunaan gawai adalah hal yang mutlak perlu dilakukan para orang tua agar remaja tidak selalu berinteraksi dengan si pintar yang selalu memberi kemudahan. Membatasi penggunaan gawai jauh lebih baik dilakukan sejak si anak masih di usia dini. Meminimalisir bermain secara online akan menghindarkan anak dari “tersedot ke dunia lain”.
2. Buat Kesepakatan
Buat kesepakatan mengenai waktu penggunaan gawai. Semisal, saat anak masih usia balita, hanya boleh menonton film selama maksimal satu jam setiap harinya. Saat anak beranjak usia SD, boleh menonton maksimal dua hari sekali dengan durasi satu jam. Penggunaan gawai untuk kepentingan mengerjakan tugas didampingi oleh orang tua. Saat menginjak remaja, penggunaan gawai dibatasi hingga pukul 20.00.
Beragam kesepakatan antara orang tua dan anak dapat disesuaikan dengan kondisi dan manfaat penggunaan gawai itu sendiri.
3. Kontrak perjanjian
Saat kesepakatan diabaikan oleh remaja, maka orang tua perlu membuat kontrak perjanjian pemakaian dengan remaja. Kontrak tersebut berisi kesepakatan yang tertulis dengan terperinci apa saja yang harus dilakukan remaja. Penjelasan yang terperinci dalam kontrak perjanjian juga termasuk reward dan punishment bagi si anak.
4. Awasi pembelajaran
Saat ini, banyak sekolah yang menerapkan pembelajaran online dan membutuhkan gawai. Awasi saat anak belajar melalui gawai. Apakah anak secara penuh menggunakan gawainya untuk belajar atau diselingi dengan bermain game. Atau justru lebih banyak bermain game daripada belajar melalui gawainya.
5. Komunikasi dengan guru
Jika kebiasaan bermain game sudah menjadi candu yang sangat sulit dilepaskan dari keseharian anak baik di rumah maupun di sekolah, maka orang tua perlu mengomunikasikannya dengan guru. Mintalah bantuan guru di sekolah untuk menangani permasalahan kecanduan game tersebut. Saat remaja kecanduang game, biasanya akan berpengaruh pada capaiannya di sekolah.
Banyak memang orang yang sukses dari bermain game. Namun yang lebih sering terdengar, banyak dari gamers yang mengalami musibah kematian setelah bermain game dalam waktu yang lama. Kebiasaan duduk lama dan berkonsentrasi pada layar ponsel atau computer akan memberikan efek buruk pada kesehatan dan perkembangan emosi.
