Bernas.id – Bagi sebagian perempuan, salah satu definisi cantik adalah memiliki hidung mancung. Padahal tidak semua manusia terlahir dengan hidung mancung. Beberapa perempuan memang terobsesi dengan hidung mancung bahkan sampai rela melalukan tindakan operasi plastik. Faktanya, saat ini untuk mempunyai hidung mancung tidak perlu sampai operasi plastik. Karena sekarang bisa diakali dengan trik make up!
Ya, tidak dipungkiri make up mempunyai kekuatan tersendiri untuk 'mengubah' wajah seseorang hingga tampak berbeda dengan wajah aslinya. Orang Jawa bilang “Manglingi“. Termasuk 'mengubah' hidung pesek menjadi mancung. Itulah The Power of Make Up. Trik make up yang dimaksud adalah teknik contouring dan strobing.
Pertama, Teknik Contouring
Teknik ini bisa juga disebut teknik shading,sebenarnya sudah lama digunakan. Yang dimaksud teknik Contouring adalah membentuk wajah agar terlihat proporsional dengan membuat shading/bayangan gelap di area wajah yang ingin dikoreksi. Misal, pipi tembem menjadi tirus, hidung pesek menjadi mancung, dagu lebar menjadi lancip, dahi lebar menjadi sempit, dan lain sebagainya. Dalam hal ini jika ingin mengoreksi tampilan hidung agar terlihat mancung, maka yang harus dilakukan meng-contour tulang hidung. Yang perlu disiapkan adalah Contour Cream atau Contour Powder, saat ini banyak merk kosmetik mengeluarkan varian contour baik berupa cream atau powder. Ada baiknya Anda memiliki keduanya,karena keduanya akan sangat menentukan hasil akhir dari terbentuknya hidung mancung. Biasanya warna contour 2 tone lebih gelap dari warna kulit asli,j adi lebih ke arah warna coklat tua.
Cara pakainya cukup mudah, pertama setelah selesai memakai foundation Anda bisa mengaplikasikan contour cream dengan menggunakan brush mulai sisi tulang hidung dekat ujung mata ditarik lurus ke arah lubang hidung. Begitu pula dengan sisi lainnya. Pastikan membentuk garis lurus ke bawah dengan menyisakan permukaan tulang hidung. Kemudian blend dengan kuas atau beauty blender. Setelah itu cover dengan bedak tabur ke seluruh wajah, termasuk tulang hidung. Jika Anda telah melalukan teknik ini dengan benar,akan terlihat samar tulang hidung menjadi tampak mancung. Namun proses ini belum selesai, lanjutkan proses selanjutnya dengan mengulang step yang sama tapi menggunakan contour powder untuk menegaskan warna. Jangan lupa untuk selalu diblend dengan brush atau spon agar hasilnya terlihat natural dan menyatu dengan kulit. Jika sudah selesai, maka akan terlihat sisi sebelah kanan dan kiri hidung menjadi gelap dan kita melihat garis lurus di atas permukaan hidung yang tidak di-contour.
Kedua, Teknik Strobing
Jika sebelumnya teknik contour memberikan efek gelap di area yang tidak ingin terlihat atau dianggap tidak proporsional, maka berbeda dengan teknik strobing. Teknik ini justru menonjolkan bagian wajah yang ingin dibuat proporsional dengan diberi highlight. Melanjutkan teknik di atas, jika bagian kanan kiri hidung sudah gelap dan tersamarkan, maka saatnya memberi highlight pada bagian permukaan tulang hidung. Sama seperti Countour, highlight juga ada yang berbentuk cream dan powder. Namun keduanya tidak boleh dipakai bersamaan seperti contour, harus pilih salah satu, apakah mau menggunakan highlight bertekstur cream atau powder. Mengapa demikian? Karena highlight memiliki warna tone yang lebih cerah beberapa tingkat dari warna kulit asli dan cenderung mengkilat atau shimmer,jika dipakai bersamaan maka wajah akan tampak mengkilat berlebihan dan tidak terkesan natural, maka disarankan hanya pilih salah satu. Dari segi pigmentasi dan keawetannya, tentu highlight cream biasanya lebih pigmented dan keluar warnanya serta lebih tahan lama jika dipakai.
Nah,cara pengaplikasiannya pun cukup mudah. Sapukan highlight menggunakan brush di garis permukaan hidung mulai dari atas hingga ujung bawah di antara dua lubang hidung. Seketika hidung Anda akan terlihat mancung dalam hitungan menit.
Kedua teknik ini sebenarnya hanya ilusi optik, mengecoh mata kita. Menggelapkan area yang tidak diingingkan,dan menonjolkan dengan warna cerah area yang diinginkan. Mata kita terbiasa fokus pada sesuatu yang lebih terlihat lebih terang dibanding yang lebih gelap.
Bagaimana? Berani coba?
