Bernas.id – Pengalaman masa kecil akan membentuk karakter pada pribadi seseorang. Boleh jadi karakter tersebut akan melekat bahkan membawa keunikan pada keluarga yang mereka bentuk dimasa depan. Tentu dari keunikan yang dimiliki masing-masing individu perlu dihargai. Keluarga harus menghormati nilai, keyakinan dan sikap. Menetapkan harapannya secara masuk akal dan menekankan sikap macam apa yang akan diterapkan dalam keluarga merupakan peran dari orang tua. Ada keluarga yang lebih menekankan produktivitas dan kerja. Ada pula yang mengedepankan kualitas hubungan sosial antar sesama.
Dalam buku yang ditulis oleh Haris Clemes dan Reynold Bean menjelaskan bahwa orang tua yang tidak bertanggung jawab belum tentu bisa mengajarkan kepada anak-anaknya untuk bertanggung jawab. Beberapa perilaku buruk orang tua yang dapat memengaruhi anak dalam membentuk sikap dan rasa tanggung jawab. Tidak sedikit orang tua yang menyalahkan orang lain untuk kesulitan yang mereka alami. Bertindak tidak tegas, melupakan ataupun mengalihkan tanggung jawab kepada orang lain termasuk sikap yang memiliki andil besar dalam pembentukan karakter anak. Tidak ada rumus yang membenarkan, anak dapat tumbuh lebih bertanggungjawab sementara orangtuanya berperilaku tidak bertanggung jawab.
Anak-anak melewatkan banyak waktu memperhatikan perilaku orang tua dan menirukannya. Bila orang tua melakukan tugas mereka dengan niat yang baik, komitmen dan kepastian yang besar, anak akan cenderung meniru karakter seperti itu. Melihat orang tua yang dapat melalui hal sulit dan berat dapat menumbuhkan jiwa yang pantang menyerah dan rasa tanggung jawab. Bukan hanya tentang kerja keras secara fisik, namun dalam hal pengendalian perasaan, membuat keputusan yang benar dan mempertimbangkan kebutuhan orang lain. Hal ini menjadi penting bagi para orang tua untuk menjadi teladan dalam hal tanggung jawab terutama saat berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari.
Sering kali kita melihat atau mungkin pernah mengalaminya. Secara sadar maupun tidak, seorang anak juga belajar dan mengamati bagaimana kedua orang tuanya saling berkomunkasi. Ketika ayah dan ibu bertanggung jawab terhadap pasangan dan keluarganya dengan cara yang adil, jujur, terus terang, maka anak-anak akan lebih mudah untuk memikul tangung jawab yang diberikan. Mereka juga memperhatikan bagaimana orangtuanya menyelesaikan konflik dengan cara yang bersahabat dan meneladani sebuah perilaku.
Namun, bagi orang tua kadang sulit untuk duduk diam dan melepas sebuah tanggung jawab kepada anak mereka. Ketika melihat anak berjuang dengan keras untuk belajar melakukan sesuatu, ada sebuah naluri dimana orang tua ingin memberikan yang terbaik, rasa ingin melindungi anaknya. Ada rasa khawatir teradap anak jika melakukan kesalahan dan kegagalan. Tidak sedikit pula orang tua menginginkan anaknya tumbuh dengan sempurna tanpa perlu melewati hal sulit seperti yang pernah dilewati orang tuanya pada masa lalu. Ada sebuah kecenderungan orang tua untuk membantu anaknya melakukan berbagai hal. Namun jika itu dilakukan terus menerus, akan berdampak pada kurangnya sikap kemandirian anak dalam melakukan tugasnya. Alih-alih mudah untuk melemparkan tanggung jawab kepada orang lain.
Ketika seorang anak dberi sebuah tanggung jawab, ada baiknya bila orang tua turut belajar memberi kesempatan kepada anak untuk membuat keputusan, melakukan berbagai hal dan kegiatan. Peran orang tua di sini adalah adalah sebagai pendamping dan teladan untuk anak-anaknya.
