Bernas.id – Terkadang, ketika kita membaca buku yang genre-nya nonfiksi, lebih mudah merasa bosan dibanding saat membaca buku fiksi. Mengapa begitu? Karena biasanya, ada konten buku nonfiksi yang bahasanya terkesan mendikte, kaku, hanya berisi penjelasan-penjelasan saja. Akhirnya, buku-buku yang seperti itu hanya dibiarkan teronggok di rak buku di rumah.
Jika kita termasuk salah satu penulis buku ber-genre seperti itu, pastinya kita ingin buku yang kita tulis tak cuma laris di pasaran, namun juga bisa memberikan manfaat bagi para pembacanya. Dan yang terpenting, membuat pembaca semakin asyik menyelami setiap tulisan di lembaran-lembaran yang kita sajikan.
Baca juga: Tinjauan Pustaka: Pengertian, Manfaat, Cara Membuat, dan Contohnya
Nah, supaya buku yang kita tulis itu makin kece, bisa menarik hati para pembaca, maka lakukanlah tips berikut ini :
1. Sisipkan Story Telling di Dalamnya
Salah satu hal yang bikin pembaca cepat bosan adalah karena buku itu terlalu banyak pemaparan materi saja. Maka, agar mata pembaca tetap segar dan betah, sisipkanlah bumbu fiksi ke dalam buku kita. Ajaklah pembaca menyelami dunia cerita di dalamnya, tentu dengan cerita yang berdasarkan pada fakta.
Baca juga: Interpretasi : Pengertian , Tujuan, dan Macam-macamnya
2. Percantik Buku dengan Gambar Ilustrasi
Agar buku makin cantik, berilah ilustrasi gambar di dalamnya. Karena jika pembaca disuguhi dengan tulisan terus, apalagi halamannya sampai beratus-ratus, kemungkinan mereka mudah bosannya. Atau malah cepat mengantuk. Nah, dengan adanya ilustrasi gambar tersebut, setidaknya ada vitamin mata yang bikin mereka betah.
Baca juga: 51 Jenis Font Keren untuk Desain dan Menulis Buku
3. Berikan Fakta atau Contoh Nyata
Buku nonfiksi juga perlu data atau fakta yang konkret untuk mendukung tema yang sedang diangkat. Kalau hanya pemaparan pendapat saja yang ditulisakan, terkadang pembaca kurang memercayai isi bukunya. Makanya, selipkan fakta agar tulisan makin menyengat.
Baca juga: 18 Jenis Konjungsi, Pengertian, dan Contoh Kalimat Terlengkap
4. Sematkan Analogi yang Kece!
Selain hal di atas, sematkanlah beberapa analogi agar bukunya kian menghipnotis pembaca. Seperti yang dilansir dari kbbi.web.id, analogi bisa berarti kesepadanan antara bentuk bahasa yang menjadi dasar terjadinya bentuk lain. Misalnya begini, cinta dua orang yang dijalin tanpa ikatan halal itu layaknya fatamorgana di suatu gurun pasir. Bila didekati, akan menghilang tanpa meninggalkan bekas apa pun. Atau seperti eloknya awan putih yang mengambang di langit biru, namun bila dijamah, ia tak akan tersentuh. Raib begitu saja. Cinta seperti itu, penuh dengan kepalsuan.
Baca juga: Mengenal Pengertian dan Ciri-ciri Komik sebagai Karya Sastra
5. Mainkan Diksi yang Bikin Greget
Diksi-diksi yang menyusun paragraf pada sebuah buku juga akan memengaruhi kualitas buku tersebut. Karena itu, susunlah diksi yang menarik. Perkayalah stok diksi kita dengan banyak membaca buku. Catat diksi yang sekiranya baru kita temukan, atau belilah buku tesaurus bahasa. Kalau belum ada duit, bisa deh buka situs sinonim kata.com. Lantas, tuangkan diksi-diksi yang sekiranya apik untuk disuntikkan ke dalam paragraf yang sedang kita tulis.
Itulah beberapa jurus yang bisa kita gunakan untuk memoles buku nonfiksi biar makin menarik. Semoga bermanfaat!
