Bernas.id – Setiap orang, baik anak yang masih kecil ataupun nenek yang sudah tua, senantiasa berada di zona nyaman atau pun tidak nyaman, karena di dalam hidup adanya ketidakpastian. Dalam dunia penuh dengan ketidakpastian ini, zona nyaman merupakan musuh utama manusia. Barang siapa yang tidak siap untuk keluar dari zona nyaman,,maka dia tidak akan berkembang. Kemungkinan juga, zona nyamannya sudah tidak akan menjadi tempat ternyaman lagi, karena terus menerus berada atau menempati di titik tersebut.
Keluar dari zona nyaman merupakan salah satu seni menjalani hidup yang anda kuasai. Memang sudah menjadi sifat alami manusia merasa cemas ketika berada dalam situasi yang asing. Parahnya, kecemasan itu akan menghasilkan persepsi negatif yang mendukung rasa takut. Persepsi itu akan membuat kecemasan Anda semakin menjadi-jadi. Untuk itu, perlunya menata pikiran sebelum bertindak dan jangan gegabah dalam bertindak. Dengan mengurangi kecemasan, Anda juga perlu mengubah persepsi saat berada di situasi apa pun. Selain merubah persepsi, masih ada beberapa cara untuk keluar dari zona nyaman, yaitu:
1. Realistis
Ada tiga zona yang dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Zona pertama adalah Zona Nyaman. Zona ini sudah familiar di kehidupan dan karena familier bisa jadi Anda merasa nyaman di dalamnya. Zona kedua itu ada Zona Belajar (Learning Zone) berada di zona ini dapat membuat Anda cemas. Akan tetapi, kecemasan itu masih dapat diatasi. Lalu yang ketiga ada Zona Panik atau Panic Zone. Zona ini masih asing di telinga. Kenapa dinamakan zona panik? Apabila Anda memasuki zona ini dan kurang menempatkannya, akan adanya permasalahan dan yang pasti sulitnya untuk keluar dari dalam karena terlalu panik dengan situasi. Kalau ingin keluar dari zona nyaman, pastikan anda memasuki zona belajar bukan zona panik. Memilih zona belajar, alih-alih zona panik merupakan pilihan yang realistis. Ini dikarenakan, zona belajar sesuai dengan batas kemampuan.
2. Belajar sesuatu yang Baru
Mempelajari sesuatu yang baru memiliki dua keuntungan. Pertama, kita dapat membiasakan diri dalam situasi baru, kemudian berada di situasi yang baru pasti membuat cemas. Nah, dengan terbiasanya mempelajari sesuatu yang baru, akan terbiasanya menghadapi kecemasan. Dan saat terbiasa menghadapi kecemasan, Anda pun tidak lagi kaget dengan perasaan seperti ini. Yang kedua, dengan mempelajari hal-hal yang baru, pengetahuan akan bertambah demikian dengan skill. Pengetahuan dan skill baru dapat digunakan sebagai senjata untuk menghadapi situasi baru.
3. Mengubah Perspektif
Pikiran turut mempengaruhi bagaimana menghadapi situasi baru. Pikiran juga turut mempengaruhi perilaku saat di situasi yang baru. Demikian pula ketika memasuki situasi yang baru, pikiran-pikiran negatif yang tidak mendukung bisa mempengaruhi perasaan.
4. Tentukan Tujuan
Keluar dari zona nyaman akan berkali lipat lebih sulit mana kala tidak mempunyai tujuan yang jelas. Sama halnya tidak memiliki persiapan, buta dengan situasi dan sama sekali tidak tahu di luar sana. Padahal, untuk mengetahui itu semua membutuhkan tujuan yang jelas. Berpikirlah dengan matang untuk menentukan tujuan yang jelas ke mana akan pergi, mengetahui risiko apa yang akan terjadi dan lingkungan seperti apa yang dihadapi.
5. Memperluas Sudut Pandang
Untuk keluar dari zona nyaman, kita perlu memperluas perspektif. Ini dikarenakan situasi baru harus didekati dengan persektif yang berbeda pula. Orang-orang yang berada di perspektif ini memiliki pandangan yang berbeda. Jika tidak memperluas perspektif, maka berakibat pada ketidakmampuan beradaptasi dengan orang-orang baru. Cara memperluas sudut pandang mungkin dengan cara berpergian atau berkunjung ke tempat-empat baru yang belum Anda kunjungi. Mungkin dapat mempelajari tradisi, budaya dan situasi yang berbeda. Selain itu, juga bisa membiasakan diri rutin membaca buku secara otomatis memperluas sudut pandang, membuat pribadi yang open minded.
6. Hindari Perfeksionisme
Salah satu adanya penyebab kecemasan karena terlalu banyak berharap meraih hasil yang sempurna. Orang yang perfeksionis takut berada di dalam situasi yang baru, melakukan sesuatu yang baru, yang belum dia lakukan sebelumnya. Karena adanya ketakutan kalau hasilnya tidak memuaskan, apalagi kalau akan mengalami kegagalan. Oleh karena itu, agar tidak canggung dengan situasi yang baru, hindari perfeksionis.
7. Bersosialisasi dengan Orang- Orang Baru
Keluar dari zona nyaman ini berarti Anda bersiap untuk berurusan dengan orang-orang baru. Persiapkanlah diri untuk keluar dari zona nyaman dengan cara memperbanyak teman dan bersosialisasi dengan berbagai banyak kalangan. Luasnya pergaulan dapat membantu mengurangi kecemasan mana kala berada di dalam situasi yang asing. Setidaknya orang-orang baru tersebut dapat membantu menghadapi situasi yang baru. Karena, merekalah orang-oranh yang sudah familier dalam situasi apa pun. Dengan begitu apabila sudah saling mengenal, dengan senang hati mereka juga akan membantu.
