Bernas.id – Rasa bosan dan tertekan kadang menerpa para penyokong hidup. Bahkan resign dianggap jalan pintas untuk mengakhiri segala tekanan dalam rutinitas pekerjaan. Mereka memilih untuk memulai semua dari awal, guna menemukan pekerjaan yang lebih baik atau yang sesuai dengan passion. Akan tetapi disadari atau tidak, menemukan lapangan kerja baru yang sesuai dengan keinginan serta passion tidak semudah membalikkan telapak tangan. Bahkan tak sedikit dari mereka yang berakhir dengan depresi karena tak kunjung mendapatkan pekerjaan yang dicari.
Baca juga: 3 Cara Membeli Saham Bagi Pemula dengan Mudah
Bagi orang-orang yang memiliki skill dan koneksi tentu bukanlah perkara sulit, tapi bagaimana dengan orang-orang berkemampuan rata-rata bahkan di bawah standar. Tentu, resign bukanlah jawaban tepat. Nah, agar kamu tidak menyesal ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan sebelum menyerahkan si “Surat Sakti”
Kenali penyebab kamu ingin resign
Biasanya ada 2 hal yang menjadi faktor pemicu keinginan untuk berhenti dari pekerjaan yaitu faktor eksternal dan faktor internal.
– Faktor internal, biasa berasal dari diri sendiri terkadang terjebak dalam rutinitas membuat seseorang menjadi bosan. Hal ini rentan terjadi pada pegawai kantoran yang duduk di belakang meja. Kurangnya tantangan dalam pekerjaan juga dapat jadi pemicu
–Faktor eksternal, suasana kerja yang menuyenangkan pasti menjadi dambaan setiap orang. Akan tetapi realita kadang tidak mendukung. Ketidak cocokan dengan atasan, rekan kerja, gaji serta lingkungan kerja adalah faktor yang paling banyak menjadi alasan untuk resign.
Baca juga: 6 Langkah Belajar Investasi dan Trading Saham dari Nol
Rethink
Saat merasa tidak nyaman orang akan cenderung untuk memutuskan sesuatu tanpa memikirkan dampak jangka panjangnya. Pikirkan kembali apakah resign adalah satu-satunya jalan keluar? Bila jawabannya tidak atau ragu. Kamu dapat memulai dengan memperbaiki hal yang membuatmu tidak nyaman. Mulailah membangun kenyamanan bagi dirimu sendiri. Jangan biarkan keadaan mengontrolmu.. Pikirkan dampak keputusanmu diri sendiri ataupun pada keluargamu. Bila kamu adalah salah satu tulang punggung keluarga ada baiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan orang tua ataupun pasangan.
Baca juga: Mengenal Trading Saham dan Cara Jitu Jadi Trader Handal
Persiapkan diri dengan kemungkinan terburuk
Kesulitan mendapatkan pekerjaan baru yang sesuai mungkin adalah hal yang akan kamu hadapi setelah memutuskan berhenti. Bersiaplah dengan kemungkinan terburuk misalnya mendapatkan jabatan,gaji ataupun lingkungan keja yang jauh dari ekspektasi semula Mempersiapkan diri menghindarkan kamu dari rasa depresi yang akan menyerang.
Baca juga: 7 Cara Main Saham Bagi Investor Pemula dengan Mudah
Sediakan back up plan
Buatlah rencana cadangan saat akan memutuskan resign seperti mencari pekerjaan terlebih dahulu atau membuka usaha sendiri.
Berpikir positif
Membandingkan apa yang kamu kerjakan dengan orang lain akan membuatmu lebih tertekan. Jangan gengsi untuk mengoreksi diri sendiri. Teruslah belajar dan mencintai apa yang kamu lakukan. Selain itu mulailah melakukan hal-hal lain di luar rutinitasmu. Sibuk dengan hal-hal baru membuatmu tak ada waktu untuk memikirkan hal yang tidak penting seperti bos yang cerewet,rekan kerja yang menjengkelkan serta gaji yang rendah.
Baca juga: Inilah Jam Buka Bursa Saham di Indonesia
Me time
Ambillah cuti atau liburan singkat untuk merecharge semangatmu. Selain itu liburan juga menjadi sarana untuk memikiran pencapaianmu hingga saat ini. Jadikan saat me time-mu sebagai bonus untuk diri sendiri.
Belajarlah mencintai apa yang kamu kerjakan maka pekerjaan itu akan mencintaimu. Bekerja di bidang yang bukan passionmu memang tidak mudah tetapi semua akan teratasi seiring dengan berjalannya waktu dan seberapa besar usahamu untuk belajar serta beradaptasi. Just face the problem and solve it!
