Bernas.id – Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang dicanangkan Kemdikbud melalui Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti semakin hari semakin menampakkan gaungnya. Dari jenjang SD sampai dengan SMA/SMK, para guru dan siswa berlomba-lomba menyukseskan program GLS, yang muaranya adalah penumbuhan budaya baca sejak dini. Literasi merupakan kemampuan mengakses, mencerna, dan memanfaatkan informasi secara cerdas. Penumbuhan budaya baca menjadi sarana untuk mewujudkan warga sekolah yang literat, dekat dengan buku, dan terbiasa menggunakan bahan bacaan dalam memecahkan beragam persoalan kehidupan.
Baca juga: Tinjauan Pustaka: Pengertian, Manfaat, Cara Membuat, dan Contohnya
Pertanyaannya adalah, apa sesungguhnya sasaran GSL? Apa manfaatnya bagi siswa khususnya dan bagi bangsa umumnya? Tulisan ini mencoba menjawab pertanyaan tersebut.
Menumbuhkan Budaya Karakter
Gerakan Literasi di sekolah dapat dijadikan wahana untuk menumbuhkan budaya karakter di kalangan siswa. Dari 18 karakter yang dirumuskan oleh Pusat Kurikulum, ada beberapa karakter yang dapat dikembangkan melalui Gerakan Literasi di sekolah, antara lain religius yaitu sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya; disiplin yaitu tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan; rasa ingin tahu yaitu sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar; gemar membaca yaitu kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya; tanggung jawab yaitu sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajiban yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan YME.
Membaca adalah perintah Allah yang pertama. Al Quran berasal dari kata ‘qara’ yang artinya membaca atau bacaan, sehingga Al Quran adalah kalam Allah SWT yang diturunkan dengan kewajiban membaca bagi hamba-hamba-Nya. Hal ini dikuatkan dengan perintah Allah SWT yang diturunkan, yaitu surah Al ‘Alaq ayat 1-5 yang merupakan surah pertama, adalah perintah membaca. “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al ‘Alaq :1-5). Ayat di atas menunjukkan bagaimana Allah SWT telah mengutamakan kewajiban membaca bagi hamba-hamba-Nya. Karena dengan membaca, setiap manusia dapat memahami dan mempelajari sesuatu yang tidak diketahuinya. Dengan membaca pula, siswa dapat memperoleh informasi dari orang lain dan merupakan salah satu wujud ketakwaan siswa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Baca juga: Interpretasi : Pengertian , Tujuan, dan Macam-macamnya
Kewajiban Membaca
Kewajiban membaca setiap hari selama 15 menit sebelum KBM dimulai, akan melatih siswa untuk berdisiplin. Siswa secara konsisten dan kontinyu akan melaksanakan kegiatan membaca sehingga perilaku tersebut dapat menumbuhkan sikap disiplin di kalangan siswa. Harapannya, jika siswa sudah terbiasa membaca, akan tumbuh minat, kegemaran, dan akhirnya menjadi kebiasaan. Pembiasaan inilah yang merupakan akar penumbuhan sikap disiplin pada diri siswa.
Dengan membaca, dapat menumbuhkan sikap rasa ingin tahu siswa terhadap apa yang belum diketahuinya secara lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya. Pada saat membaca, siswa akan memperoleh informasi atau pengetahuan baru yang sebelumnya tidak dimiliki. Pengetahuan baru tersebut yang akan memprovokasi siswa untuk lebih jauh mengetahui dan mendalami pengetahuan yang diperolehnya sehingga akan membentuk sikap rasa ingin tahu pada diri siswa. Dengan demikian, pengetahuan siswa akan semakin bertambah luas dan kompleks.
Membaca juga dapat menumbuhkan sikap bertanggung jawab yaitu sikap dan perilaku siswa untuk melaksanakan tugas dan kewajiban yang seharusnya dia lakukan terhadap diri sendiri, sekolah, negara, dan Tuhan Yang Maha Esa. Dengan membaca, dapat menumbuhkan sikap untuk bertanggung jawab terhadap tugas yang dibebankan oleh sekolah. Lebih dari itu, siswa telah menjalankan perintah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, yaitu tentang perintah membaca. Selain itu, siswa tentunya juga bertanggung jawab terhadap tugas dan kewajiban dirinya sendiri sebagai pelajar untuk menimba ilmu melalui membaca buku.
Baca juga: 51 Jenis Font Keren untuk Desain dan Menulis Buku
Penutup
Muara dari keseluruhan itu adalah menumbuhkan sikap gemar membaca yaitu kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya. Dengan gemar membaca, beberapa tahun ke depan budaya ini dapat menciptakan masyarakat Indonesia yang literat dan menaikkan peringkat Indonesia dalam keterkaitannya dengan minat baca masyarakat Indonesia di level dunia.
Dengan demikian, Gerakan Literasi di sekolah mutlak dilaksanakan demi menciptakan generasi emas dan mewujudkan masyarakat Indonesia yang cerdas dan berakhlak mulia sehingga dapat mengatasi permasalahan krisis karakter yang tengah melanda negeri ini. (*Penulis: Dra Siswandarti, MPd, Guru SMA N 2 Bantul)
Baca juga: 18 Jenis Konjungsi, Pengertian, dan Contoh Kalimat Terlengkap
