Bernas.id – Mungkin kamu penasaran kenapa judulya “Kunci Emas dalam Dakwah” ya? Sebagaimana kita ketahui kunci bisa dikatakan sebagai pegangan, alat untuk membuka suatu bangunan. Bisa dibayangkan yang dimaksudkan di sini ialah kegiatan dakwah. Dan kenapa harus emas? Emas adalah benda yang berharga. Sebagian orang menganggap bahwa emas adalah barang utama atau dalam kata lain barang terpenting dalam hidupnya. Jadi bisa dikatakan kunci emas ialah prinsip utama dalam berdakwah.
Sebagaimana kita ketahui, dakwah ialah kegiatan yang sangat penting dan sering dilakukan di mana saja dan kapan saja. Seiring dengan berkembangnya teknologi, dakwah bisa dilakukan lewat apapun, baik itu media sosial ataupun website terkemuka. Tapi apakah kita mengetahui prinsip apa sajakah yang harus ada dalam kegiatan berdakwah? Seiring dengan berjalannya waktu, prinsip-prinsip ini dilupakan dalam kegiatan berdakwah, apa sajakah itu?
Ismail Razi al Faruqqi berkata bahwa prinsip utama dalam dakwah. Pertama, dakwah tidak boleh bersifat memaksa (Da?wah is not coercive) maksudnya dalam dakwah tidak boleh adanya pemaksaan, dalam kata lain harus sesuai dengan keridaaan dari seseorang yang menerima dakwah tersebut. Kedua, dakwah bukanlah sebuah induksi psikotropik (da?wah is not a psychotropic induction). Ketiga, dakwah tidak hanya ditujukan kepada muslim, tapi juga nonmuslim (da?wah is directed to muslims as well as non-muslims) yang artinya tidak hanya masyarakat muslim saja yang dapat menerima dakwah, tetapi nonmuslim juga bisa, asalkan sesuai dengan konteks, tidak menyinggung soal SARA, maksudnya dakwah dengan membahas masalah yang umum, tidak menyinggung soal agama.
Keempat, dakwah itu merupakan kerja nalar (da?wah is rational intellection). Kelima, dakwah harus bersifat rasional (da?wah is rational necessary). Keenam, inti dari dakwah adalah mengingat kembali hal-hal yang sejatinya sudah tertanam dalam diri manusia (da?wah is anamnesis). Ketujuh, dakwah harus bersifat universal (da?wah is ecumenical par excellent) maksudnya harus bersifat global, umum menyeluruh dalam membahas suatu materi, tidak hanya dari satu sisi saja.
Dan bagaimana apabila salah satu komponen tersebut tidak dilaksanakan? Bisa dibayangkan, apabila suatu komponen tidak terpenuhi, maka akan ada kesenjangan dan terasa kurang lengkap. Memang tidak terlalu berpengaruh apabila salah satu komponen tidak digunakan, akan tetapi akan terasa lebih baik dan lengkap apabila semua komponen diberlakukan.
Apakah prinsip-prinsip dakwah tersebut saling berkaitan? Saya berpendapat bahwa tentu saja, karena semua komponen tersebut merupakan suatu pelengkap dalam dakwah dan masing-masing memiliki kekuatan tersendiri dan saling melengkapi tentunya. Yang pasti akan membuat lengkap kegiatan dakwah. Mari berlakukan prinsip-prinsip utama dalam dakwah agar dakwah yang kita lakukan lebih terkupas tuntas. Tidak sulit bukan?
