Bernas.id – Bagi ibu yang akan kembali bekerja setelah melahirkan, banyak pertimbangan yang harus dipikirkan. Anak yang gampang menangis karena kehilangan sosok ibu sementara, merasa tidak diperhatikan dan sering tantrum dan lain sebagainya. Sesuai fitrah perkembangan anak merujuk pada daftar multi kecerdasan anak oleh Rumah Dandelion dalam buku ?Panduan Tumbuh Kembang dan Stimulasi Anak Usia 0-5 Tahun?, anak berusia 24 bulan ke atas akan lebih ?aman? ditinggal bekerja kembali. Apa alasannya?
Anak memiliki kecerdasan dalam segala aspek atau dikenal multi kecerdasan. Aspek-aspek ini meliputi motorik halus dan kasar, sosial kemandirian, bahasa dan kognitif. Sesuai aspek sosial kemandiriannya, anak 24 bulan ke atas memiliki fitrah senang melakukan hal-hal secara mandiri, mulai paham hak orang lain, menghabiskan waktunya tanpa ditemani dan dapat menyatakan keinginan untuk BAK (Buang Air Kecil) atau BAB (Buang Air Besar). Dari semua fitrah kecerdasannya membuktikan bahwa anak lebih ?aman? ditinggal kerja. Ibu bisa memberikan briefing awal kepada anak bahwa ibu memiliki hak untuk mengembangkan diri yaitu bekerja, tetapi tetap memprioritaskan keluarga. Ajaklah anak mengobrol dengan bahasa yang singkat dan jelas. Simak contoh percakapan antara Ibu-Anak ini.
Ibu : ?Dek, Ibu mulai besok kerja ya. Seperti Ayah.?
Anak : ?Ibu kerja??
Ibu : ?Iya. Tapi kerja di rumah (misalnya). Adek besok main sama Ayah ya.?
Nah, kalimat jelas dan singkat seperti itu akan membuat anak tak khawatir ditinggal kerja tanpa diperhatikan oleh ibunya sementara.
Lebih lanjut, kecerdasan dalam menyatakan ingin BAK dan BAB adalah hal paling krusial. Mengapa? Anak dilahirkan dengan hati lembut dan mudah terenyuh. Menurut Munif Chatib dalam bukunya ?#ParentsLearn?, Saat anak merasakan hal yang tidak membuatnya nyaman, misalnya ingin BAK, dia akan menangis. Menangis merupakan bahasa anak. Oleh karena itu, saat anak sudah dapat menyatakan keinginannya sendiri tanpa menangis, Ayah atau pengganti orangtua (pengasuh sementara) bisa dengan mudah mengurus keperluan ?buang hajat? anak. Anak pun tak harus menangis dan dapat menyimpan energinya untuk bermain saat bertemu Ibunya.
Penting bagi orang tua, khusunya ibu yang akan mulai bekerja, mengetahui bagaimana mencegah anak menangis. Biasakan 5J ini untuk pencegahan, artinya jauh-jauh hari kita biasakan untuk tidak melakukan hal ini kepada anak. Berikut 5J yang bisa membuat anak tak mudah menangis dikutip dari buku ?Mendidik Anak Zaman Kita?.
1. Jangan marah karena hal sepele
Hal sepele yang terlalu dibesar-besarkan akan membuat anak mudah panik saat melakukan kesalahan sepele. Saat anak panik, dia tidak nyaman. Pengasuh sementara pun perlu dilatih dalam menyikapi anak. Sampai mana batasan pengasuh sementara menyikapi kesalahan anak saat ditinggal ibunya.
2. Jangan sering meremehkan atau merendahkan terutama di hadapan orang lain
Anak-anak yang terbiasa direndahkan dan diremehkan memiliki hati yang sempit. Dia akan merasa minder. Saat anak minder, pengasuh sementara akan sulit menggali apa yang dibutuhkan anak.
3. Jangan menganggap anak sebegai media hiburan di rumah
Pernah melihat orang tua yang menyuruh anaknya menyanyi? Misalnya, ?Dek nyanyi cicak-cicak di dinding yuk!? Boleh saja mengajak anak untuk mengembangkan kreativitasnya. Yang salah adalah terlalu memforsir anak saat anak tak mau.
4. Jangan mengabulkan semua permintaan anak
Nah, ini hal krusial bagi orang tua jika akan meninggalkan anak untuk bekerja. Anak-anak memang gampang meminta saat melihat sesuatu yang menarik pandangannya. Namun, sebagai orang tua kita perlu mengerem. Membelikan boleh, membebaskan jangan. Aturlah berapa bulan sekali anak boleh membeli mainan. Bisa juga menerapkan tabungan pribadi anak khusus untuk mainan. Ini akan memudahkan pengasuh sementara untuk tidak memanjakan anak.
5. Jangan mengotak-atik barang pribadi anak seperti mainan atau mengizinkan saudaranya memakai tanpa izin
Anak yang diberi kepercayaan merawat mainannya sendiri akan menghargai mainan milik orang lain. Pelajaran tersebut akan dibawanya sampai dewasa. Dengan menghargai mainan pribadi anak, anak akan gampang diatur untuk menghormati hak orang lain tanpa diawasi.
Pengasuh sementara yang nantinya menemani anak kita, bisa jadi ayahnya, nenek kakeknya atau paman bibinya pasti akan lebih gampang adaptasi dengan anak yang memang telah dipersiapkan. Evaluasi tiap minggu, bagaimana perkembangan anak saat ditinggal kerja. Cobalah untuk menurunkan standar saat mengetahui anak belum bisa mengikuti ritme pekerjaan kita.
Be calm because family come first!
