Bernas.id – Jika ditanya apa sih alasan pacaran? Banyak yang bilang kalau pacaran itu buat motivasi belajar, ikutin tren, pengen ada yang perhatikan, dan malu kalo disebut jomlo. Alasan di atas sebenarnya hanya sebuah pelarian saja, karena ketidakpahaman seseorang yang seharusnya tidak melakukan aktivitas pacaran. Jika melihat penjabaran di atas maka akan terlihat dampak positif namun hanya semu, karena dampak negatif lebih banyak yang tidak kamu sadari. Misalnya saja kamu menghabiskan waktu untuk memikirkan kekasihmu saja, harus keluar uang untuk nge-date dan masih banyak yang lainnya. Jadi masih mau melanjutkan hal yang sebenarnya tidak terlalu bermanfaat untuk hidup kamu?
Berikut tips manajemen cinta remaja:
1. Pelajari, temukan manfaatnya
Terkadang seseorang itu melakukan sesuatu tanpa sadar akan pentingnya dan kebermanfaatnya. Ketika kamu sudah mengetahui pentingnya dan kebermanfaatan sesuatu maka kamu akan lebih termotivasi untuk mencapai tujuanmu.
2. Bergaulah dengan teman yang sama visi
Ada pepatah mengatakan jika kita berteman dengan penjual minyak wangi maka kita akan tertular akan wanginya tersebut. Seperti ini pula gambaran seorang teman. Ia akan sangat berpengaruh dalam hidupmu. Jika ingin sholeh dan sholehah maka bertemanlah dengan orang yang shalih dan shalihah pula.
3. Ikrarkan dirimu
Ketika kita sudah mempunyai target dan mempunyai komitmen, maka kita akan cenderung sungguh-sunguh untuk konsisten melaksanakan sesuatu yang telah kita inginkan sesuai. Namun sebaliknya jika tidak mengikrar diri maka kemungkinana kecil untuk tercapai target tersebut.
4. Jatuh cintalah pada yang membuatmu dekat kepada-Nya
Ketika kamu merasakan yang namanya jatuh cinta kepada seseorang namun pada saat itu juga rasa cintamu kepada Tuhanmu mulai memudar. Bacalah istighfar. Sungguh sangatlah merugi jika hal itu terjadi kepadamu. Yang paling berhak kamu cinta itu adalah Tuhanmu yang telah menciptakanmu, lalu nabimu yaitu Rasulullah SAW, kemudian kedua orang tuamu dan yang terakhir adalah si doi. Jatuh cintalah kepada seseorang yang melabuhkan cintanya kepada Allah. Ia saja sangat menjadi cintainya kepada Allah, pasti dia pula akan menjaga cintanya kepadamu.
Yuk muhasabah!
Terkadang nama-Nya hanya terbesit pada saat kita terimpit dalam tekanan jiwa dan permasalahan yang kita hadapi. Namun pada saat nikmat itu hadir di tengah-tengah kehidupan, kehadirannya seakan tidak kita rasakan. Hampir setiap kali membuka akun jejaring sosial, betapa banyak orang yang meng-update status tentang kegundahan hidupnya. Seakan masalah itu menjadi sebuah beban hidupnya lebihnya tentang soal percintaan. Ia ingin menunjukkan, ?Ini lho yang saya alami sekarang.? Miris!
Apakah dengan mengeluarkan uneg-uneg di media sosial akan menjadi sebuah solusi? Apakah dia yang telah membuatmu patah hati akan kembali lagi? Saat saat seperti ini, barulah kita menyadarinya dan menyesali atas perbuatan yang sia-sia yang telah dilakukan. Karena jika penyesalan itu datang di awal itu namanya bukan penyesalan. Daripada kamu menghabiskan dengan seseorang yang salah, lebih baik kamu memantaskan diri jika belum mampu untuk menikah. Kemudian bagi yang telah mampu alangkah lebih baiknya untuk menyegerakan untuk menikah. Ya pacaran setelah menikah bukan pacaran sebelum menikah.
Semoga bermanfaat!
