Bernas.id – Seorang penulis bisa mendapatkan ide untuk tulisannya, bukan hanya di saat momen yang menggembirakan saja. Momen apapun bisa dijadikan objek tulisan. Baik momen saat sedih, galau ataupun momen di saat mengalami hal yang tidak mengenakkan hati.
Baca juga: Bagaimana Cara Membuat Teks Persuasif Sesuai Jenis dan Strukturnya?
Tahukah Anda Penulis Nyentrik mendapatkan ide untuk tulisannya? Berikut beberapa momen seorang penulis mendapatkan ide untuk menulis.
1. Melihat orang Bertengkar
Kalau orang biasa, melihat suatu kejadian selalu bereaksi cepat, dengan memakai satu atau dua panca inderanya bagaimana caranya menyelesaikan masalah apalagi melihat orang yang bertengkar. Berbeda dengan Penulis, ia memakai semua panca inderanya, untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya mengapa peristiwa itu terjadi, apa penyebabnya dan bagaimana cara menyelesaikannya. Setelah selesai semua, ia rangkaian kejadian itu menjadi satu tulisan menarik.
Baca juga: 51 Jenis Font Keren untuk Desain dan Menulis Buku
2. Ketika dimarahi
Ada pepatah mengatakan, “dalam suatu krisis ada peluang yang dapat dimanfaatkan”. Jika orang biasa, saat dia diomeli orang, ia menggunakan sisi emosional untuk melawan atau tertegun menahan amarahnya. Berbeda dengan Penulis, seorang Penulis jika dimarahi orang, ia menggunakan intelektual dan spiritualnya, ia sabar menanti sampai badai kemarahan mereda sembari otak berputar menyerap segala energi negatif untuk diubah menjadi energi positif. Energi negatif yang bersumber dari kemarahan, diubah menjadi energi positif yang tersusun kedalam paragraf yang tertata.
Baca juga: Teks Eksplanasi Adalah Kalimat Penjelasan, Benarkah? Ini Pengertian dan Ciri-cirinya!
3. Ketika dikecewakan
Brili Agung seorang Penulis 25 buku dan Author Maker pernah mengatakan, “Jangan macam-macam dengan Penulis atau engkau akan abadi didalam tulisannya”, hahaha. Jika orang biasa menghadapi rasa kecewa, biasanya ia pendam dalam-dalam atau galau seharian. Apakah Anda pernah mengalaminya? Berbeda dengan Penulis saat ia dikecewakan oleh orang lain, ia tak lama-lama dalam kegalauannya. Ia akan segera bertindak, dengan mengeluarkan pena dan alat tulis, atau segera ia buka laptopnya. Apa yang terjadi kemudian? Kekecewaan itu ia tuangkan dalam bait-bait tulisan, mewakili perasaan gundah, mengubah sakit hati menjadi royalti.
Cukup asyik bukan menjadi Penulis? Bisa mengubah segala keadaan menjadi hal positif dan menguntungkan. So, tunggu apalagi sobat, mulai menulis agar Anda termasuk golongan manusia nyentrik.
Baca juga: Cara Menulis Kutipan Langsung dan Kutipan Tidak Langsung Lengkap
