Bernas.id – Di era modern dan serba instan tidak menghindarkan kita dari penyakit baik penyakit menular maupun penyakit yang tidak menular (PTM). Dari data Riskesdas 2013, berbagai PTM seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, kanker memiliki prevalensi yang tinggi di Indonesia. Penyakit tersebut muncul dari pola hidup yang tidak sehat. Datangnya pun tidak secara tiba-tiba tetapi melalui proses panjang dan bertahun-tahun.
PTM dapat dicegah dengan cara mengendalikan faktor risiko yang diyakini menjadi penyebabnya. Kegiatan pengendalian faktor risiko PTM bertujuan untuk mendorong agar mandiri dalam penerapan gaya hidup sehat melalui perilaku 'CERDIK'. Mari kita berkenalan dengan pola perilaku 'CERDIK' untuk mencegah penyakit-penyakit ini :
C ( Cek Kesehatan Secara Rutin )
Baik disadari ataupun tidak, kita sering meremehkan kesehatan. Kebanyakan orang baru akan memeriksakan dirinya apabila mengalami keluhan atau bahkan ada orang yang tidak mau memeriksakan dirinya sama sekali dengan alasan takut ketahuan penyakit yang dideritanya.
Banyak ditemukan orang-orang yang memiliki tensi sangat tinggi masih melakukan aktivitas seperti biasa hingga mendadak terkena serangan stroke atau jantung atau bahkan meninggal secara tiba-tiba. Oleh karena itu, jaga kesehatan kita dengan cara merubah cara pandang mengenai kesehatan bahwa lebih baik mencegah dan mengetahui sejak dini penyakit yang diderita dari pada mengalami komplikasi dan susah diobati.
Periksakanlah kesehatan minimal cek tekanan darah, ukur lingkar perut, tinggi badan dan timbang berat badan minimal sebulan sekali. Memonitor perilaku merokok, diet dan aktifitas fisik yang dilakukan secara rutin dan periodik.
E ( Enyahkan Asap Rokok )
Banyak jenis penyakit tidak menular yang berhubungan dengan asap rokok. Kita juga sering mendengar fenomena second smoker dan third smoker yakni perokok pasif yang ikut beresiko terkena penyakit akibat terpapar asap atau residu bekas rokok.
R ( Rajin Aktivitas Fisik )
Menurut WHO, kurangnya aktivitas fisik merupakan salah satu faktor resiko munculnya penyakit-penyakit tidak menular. Pembinaan jasmani sangat penting untuk dilakukan sebagai upaya mempertahankan dan meningkatkan kesehatan. Agar tubuh kita semakin sehat dan bugar, disarankan melakukan olahraga rutin minimal 30 menit setiap hari. Bagi orang yang memiliki kesibukan dan tidak sempat berolahraga, dapat memilih aktivitas yang mendukung fisik bergerak aktif.
D ( Diet Seimbang )
Diet seimbang adalah pola konsumsi makanan yang mengandung zat gizi dari jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh termasuk pemilihan bahan makanan yang tidak mengandung pengawet, makanan rendah gula, rendah garam, tinggi serat dan kalori seimbang. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayur dapat menekan kadar tekanan darah tinggi dan kolesterol, juga dapat menurunkan resiko kegemukan.
I ( Istirahat Cukup )
Tidur adalah kebutuhan dasar setiap orang. Tidur yang cukup diharapkan bisa menjaga kesehatan tubuh. Karena itulah setiap orang harus memenuhi kebutuhan tidur yang durasinya disesuaikan dengan usia. Pada usia produktif, orang dewasa membutuhkan 7-8 jam tidur setiap harinya
K ( Kelola Stres )
Stres adalah suatu keadaan berupa respon sesorang terhadap situasi yang diterimanya sebagai tantangan atau ancaman. Seseorang yang mengalami stres umumnya merasakan perasaan tertekan, cemas, letih, takut dan depresi. Hal-hal yang dapat mengurangi stres dengan selalu berfikir positif, berusaha sabar dan ikhlas, meningkatkan ibadah dan mensyukuri nikmat Tuhan YME.
