Bernas.id – Ketidakstabilan emosi adalah salah satu ciri khas remaja. Menangis, berteriak, membanting, diam berkepanjangan, tertawa lepas, moody adalah hal yang kerap terlihat dari remaja. Semua dilakukan karena remaja belum pandai mengenali dan mengelola emosinya, terutama mengenali emosi yang negatif dan mengelolanya menjadi positif. Banyak orang tua mengeluhkan kebiasaan anak remajanya marah-marah atau mengomel. Tujuh cara ini dapat kita lakukan untuk membantu remaja meredakan amarah yang muncul pada remaja:
1. TARIK NAFAS
Saat remaja terlihat kesal atau bahan marah, minta kepadanya untuk menarik nafas yang dalam dan menghembuskannya perlahan. Lakukan hal tersebut beberapa kali. Bagi umat muslim biasanya disertai dengan berwudu. Nasihat lama mengatakan jika kita marah dalam keadaan berdiri, maka duduklah. Jiika masih marah, maka berbaringlah. Intinya mengubah posisi kita dari yang awal kita lakukan.
2. DENGARKAN MUSIK
Mendengarkan jenis musik yang disukai untuk sebagian remaja dapat menjadi pereda kemarahan. Ada juga yang mendengarkan lantunan ayat suci atau mungkin mendengarkan nasihat yang bijak. Intinya mencari atau memberikan suasana yang lebih santai agar kemarahan mereda.
3. OLAHRAGA
Tidak hanya menyehatkan secara fisik, olahraga juga dapat menjadi sarana untuk meredakan kemarahan terutama bagi remaja. Olahraga membuat remaja fokus pada apa yang dilakukannya saat itu. Kegiatan ini menguras banyak energinya, sehingga saat ia berhenti dan merasa lelah, emosi yang negatif sudah tersalurkan.
4. TULISKAN LALU BUANG
Kebiasaan menuliskan di atas kertas semua emosi negatif atau kemarahan juga dapat menjadi cara untuk mengeluarkan emosi yang meledak saat marah. Tuliskan semua yang dirasakan, lalu buanglah kertas itu. Perlahan remaja akan merasa lega karena kemarahannya sudah ia luapkan.
5. NONTON FILM LUCU
Tontonan yang lucu akan sedikit memaksa remaja tertawa dan lupa akan kemarahannya. Film yang lucu akan meredakan kemarahan dan membuang emosi negatif yang dimiliki oleh remaja. Tertawa akan membuat remaja lebih rileks setelah selesai menonton film yang lucu tadi.
6. LUANGKAN WAKTU DENGAN HEWAN PELIHARAAN
Bermain dengan hewan peliharaan adalah salah satu cara meredakan kemarahan yang efektif. Kucing misalnya, bermain dengan mereka akan membuat remaja sedikit demi sedikit melupakan kemarahan yang sedang dirasakannya, dengan catatan hewan peiharaan bukanlah hewan berbahaya.
7. BERDOA
Yang paling utama dari semuanya adalah berdoa. Ajarkan remaja untuk sedikit demi sedikit memaknai kondisi yang dialami. Banyak berdoa agar dirinya selalu mampu mengambil hikmah dari banyak pelajaran hidup yang ia lewati. Remaja yang rajin berdoa dan menjalankan ritual keagamaannya cenderung memiliki emosi yang lebih stabil.
Mendampingi remaja mengelola perasaannya akan meringankan kita dalam menghilangkan kebiasaan buruk yang muncul sebagai efek dari emosi negatif yang diluapkan oleh remaja. Perlahan namun pasti, keterampilan mengelola emosi akan dikuasai oleh remaja seiring dengan tingkat kematangan usia yang dilaluinya. Semakin muda kita mengajarkan mereka mengelola emosi, maka semakin matang mereka dalam memaknai emosi yang mereka miliki.
