Bernas.id – Teknologi gawai yang semakin canggih dengan fitur yang semakin beragam menawarkan berbagai kemudahan dan kesempatan bagi Anda dan anak-anak Anda untuk lebih produktif. Pada dua artikel sebelumnya, telah dibahas bagaimana Anda dapat memberikan kesempatan bagi anak untuk produktif sekaligus mengasah bakat dan minat di bidang seni grafis dan musik. Dalam artikel ini, akan dibahas bagaimana Anda bisa membuat anak mau memakai gawainya untuk memperkaya pengetahuannya, terutama yang berkaitan dengan pengetahuan akademis.
Membaca Buku Digital
Saat ini, sudah jutaan buku digital yang diunggah ke dunia internet maupun di server aplikasi gawai, sehingga bila anak senang bermain dengan gawainya, Anda bisa mencari buku-buku digital yang cocok dengan usia anak. Beberapa penerbit luar negeri seperti National Geographic dan BBC sudah menerbitkan aplikasi yang bisa diunduh bila Anda ingin mengakses artikel terbitan mereka. Aplikasi Let's Read juga merupakan salah satu aplikasi yang didedikasikan untuk menyediakan bacaan anak dengan level yang berbeda dan dalam bahasa yang berbeda pula dari bahasa Inggris, bahasa Indonesia, dan bahasa-bahasa lain di dunia.
Melihat Video Pembelajaran
Video-video yang diunggah ke Youtube tidak hanya berupa video musik atau klip lagu, tetapi banyak juga video yang menayangkan seorang tutor yang sedang menerangkan sebuah teori. Biasanya dari video ini Anda bisa mendapat kejelasan tentang teori yang dipelajari, serta penyelesaian masalah yang berkaitan atau menggunakan teori tersebut. Sehingga, bila anak tidak paham dengan pelajaran di sekolah, Anda bisa meminta mereka produktif untuk melihat video pembelajaran yang diunggah ke Youtube dan membuat catatan dari video tersebut.
Melakukan Eksperimen Sains dan Sosial
Selain video pembelajaran, ada Youtubers yang menunggah video percobaan ilmiah baik dalam ilmu sains maupun sosial. Percobaan ilmiah dalam bidang sains biasanya akan menerangkan tentang teori ilmiah yang ingin dibuktikan, beserta bahan-bahan yang dipakai serta prosedur pelaksanaannya. Eksperimen sosial juga banyak diunggah ke Youtube yang menjabarkan dan menggambarkan bagaimana reaksi seseorang saat berada pada satu fenomena sosial tertentu. Beberapa percobaan ilmiah ataupun eksperimen sosial ada yang berskala kecil sehingga bisa dilakukan bersama di lingkungan rumah dengan bahan-bahan yang sederhana. Aplikasi gawai seperti Science Experiment atau Kids Science bisa juga dimanfaatkan sebagai referensi untuk anak melihat percobaan sains dan mencoba di rumah, tentu dengan pengawasan orang tua.
Membuat Mind-Mapping
Mind-Mapping merupakan satu cara mencatat pelajaran dalam bentuk gambar dan cabang-cabang, yang pertama kali diprakarsai oleh Tony Buzan di tahun 1990an. Biasanya, untuk anak usia awal sekolah dasar, anak membuat mind-mapping di atas kertas lebar sehingga mereka akan terasah motoriknya. Namun, untuk membiasakan anak mencatat dengan mind-mapping, bisa juga dengan menggunakan fasilitas aplikasi di gawai. Aplikasi seperti iMind dari Buzan Institute, miMind atau Simple Mind, bisa digunakan untuk membuat mind-map dari pelajaran yang ada. Anda bisa meminta anak produktif membuat mind-map untuk setiap bab pelajaran yang sedang dipelajari dalam semester. Mengingat grafik yang terbentuk akan tersimpan dalam memori gawai, maka anak akan mudah mengakses catatannya setiap saat dan dimana saja bahkan saat bepergian.
Tentu saja, seluruh hal yang berkaitan dengan teknologi ada dampak positif dan negatifnya. Diharapkan dengan membuat anak menjadi produktif, baik dari sisi akademis maupun kreasi bakat minat akan membuat anak bisa mengambil sisi positif dari adanya teknologi. Anda tidak bisa membendung lajunya perkembangan teknologi, tetapi Anda bisa membuat anak bijak memanfaatkan dan produktif dengan teknologi.
