Bernas.id – Pendidikan adalah hak asasi setiap manusia. Bahkan dalam nasihat, kita diajarkan untuk belajar hingga negeri yang jauh. Namun masih banyak anak yang memiliki kebutuhan khusus belum mendapat pendidikan yang setara dengan teman-temannya yang normal. Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) memiliki karakteristik yang khusus.
Kebutuhan khususnya meliputi banyak jenis baik yang secara fisik maupun mental. Misalnya saja tuna netra, autisme, ADHD dan lainnya. Apa saja langkah yang perlu dilakukan oleh sekolah jika ada ABK yang mendaftar dan masuk ke sekolah yang bersangkutan? Berikut beberapa langkah yang dapat ditempuh oleh sekolah dalam menangani penerimaan siswa ABK:
1. Menerima
Terima ABK di sekolah Anda. Perlu persiapan secara internal dalam banyak hal semisal standar ABK yang dapat diterima sesuai dengan kemampuan sekolah dalam menanganinya. Sebelum menerima ABK, sekolah perlu memelajari jenis dan karakteristik dari ABK itu sendiri. Apa saja sarana yang perlu disiapkan dan bagaimana penyesuaian kurikulum bagi ABK yang akan diterima.
2. Mensosialisasikan
Sosialisasikan kepada stakeholder, misalnya siswa dan orang tua siswa yang lain bahwa sekolah Anda menerima ABK. Hal ini perlu dilakukan untuk mengajak segenap civitas academic untuk ikut berperan aktif dalam memperlakukan ABK sebagai sesama manusia yang layak diperlakukan dengan baik.
3. Menangani khusus
Penanganan khusus tentu diperlukan dalam menangani ABK. Penyesuaian kurikulum, pendekatan dari layanan bimbingan konseling untuk penanganan pribadi, sosial, belajar dan karirnya. Pendampingan dalam proses pembelajaran. Satu lagi adalah penyesuaian standar penilaian bagi ABK itu sendiri.
4. Mengembangkan
Pengembangan ABK meliputi banyak aspek. Yang perlu dilakukan oleh sekolah adalah mengajak orang tua membuat goal setting untuk capaian anaknya yang ABK. Apa yang menjadi harapan orang tua disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi ABK si anak sendiri. Pada bagian ini, sekolah mengambil peran sebagai jembatan bagi siswa dan orang tua untuk mencapai goals yang sudah ditetapkan.
?Tidak semua orang dipercaya untuk menjadi orang tua dari anak ABK? dan kita tidak mungkin diberi cobaan di luar batas kemampuan. Saat seseorang dititipkan Allah SWT seorang anak ABK, berarti ia akan mampu meng-handle anak ABK-nya.
Keterlibatan sekolah secara secara penuh dalam penanganan siswa ABK akan membantu siswa berkembang secara optimal sesuai dengan karakter dan kondisinya. Memang tidak seperti siswa yang normal, karena kemampuan dan karakteristiknya berbeda. Namun, sebagai makhluk yang setara di mata Yang Maha Kuasa, siswa ABK pun berhak mendapat perlakuan yang sama dengan siswa yang lain.
