Bernas.id – Setiap kaki ini melangkah akan meninggalkan jejak bagi pemiliknya. Dan tidak semua hal itu menyenangkan, sesuai dengan harapan. Namun, sebagai hamba pastilah harus menuruti sang majikan. Apapun yang terjadi pada hamba itu adalah takdir yang Allah tetapkan. Allah lebih mengetahui para hamba-Nya dibandingkan hamba tersebut.
Hidup penuh dengan keajaiban, banyak kejadian di luar dugaan dan perhitungan para hamba. Yang perlu diketahui bahwasannya yang Allah takdirkan itu lebih baik dari yang kita harapkan. Meskipun Allah menakdirkan sebuah kecelakaan atau apapun yang merupakan bencana. Itu merupakan akibat dari perbuatan kita sendiri, disadari atau tidak. Bencana tersebut bisa jadi teguran karena dosa yang kita perbuat atau kewajjiban yang terluput dari kita. Dalam situasi ini, hendaklah para hamba berprasanka baik kepada Allah.
Dengan teguran tersebut, jiwa yang tertidur mampu bangun dan siaga. Menyadari kesalahan dan tidak berlarut-larut dalam lubang kesalahan yang sama. Memperbaiki diri dan senantiasa mengevaluasinya kembali. Bersyukur karena Allah belum memisahkan ruh dengan raganya. Sehingga masih punya harapan untuk berubah menjadi baik, memohon ampunan atas kesalahan yang telah terjadi. Bersyukur karena masih bisa bertemu orang yang pernah terluka karena ulah kita, meminta maaf kepadanya.
Setiap kejadian terdapat hal yang bisa diambil pelajaran, baik itu merupakan momen senang atau susah. Karena tidak semua momen itu mengenangkan. Itulah kehidupan yang lengkap dengan segala rasa dan cerita. Dan kebahagiaan abadi ada setelah dipertanggungjawabkannya seluru amal perbuatan.
