Bernas.id ? Setiap kali pergantian tahun, hampir semua orang di dunia ini merayakannya. Rasanya pergantian tahun ini seperti hal yang patut dirayakan setiap tahunnya. Mirisnya tidak sedikit umat muslim yang juga ikut merayakan pesta tahun baru itu. Bentuk perayaannya pun bermacam-macam, seperti meniup terompet, menyalakan kembang api, berfoya-foya, sampai berbondong-bondong ke jalanan menunggu detik-detik tahun baru.
Namun, tahukah kamu bahwa islam tidak mengajarkan untuk melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat. Berikut alasan kenapa kita tidak perlu merayakan tahun baru:
1. Bentuk Tasyabuh
Merayakan tahun baru merupakan salah satu bentuk tasyabuh, meniru kebiasaan orang non muslim. Perayaan tahun baru merupakan ajaran non muslim, dan bukan ajaran islam. Dalam islam kita dilarang meniru-niru kebiasaan mereka.
Rasulullah shallallahu ?alahi wa sallam bersabda,
?Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.? (HR. Ahmad 2: 50 dan Abu Daud no. 4031)
Rasulullah shallallahu ?alahi wa sallam bersabda,
?Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang sempit sekalipun, -pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.? Kami (para sahabat) berkata, ?Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?? Beliau menjawab, ?Lantas siapa lagi?? (HR. Muslim no. 2669).
2. Menghabiskan waktu dengan hal sia-sia
Pesta perayaan tahun baru yang selalu dilaksakan akhir tahun merupakan suatu hal yang tidak bermanfaat, dan hanya membuang-buang waktu. Jangan habiskan waktu kita untuk merayakan sesuatu yang bukan syariat Allah, dan tidak ada tuntunannya. Gunakan waktu yang Allah beri dengan sebaik mungkin, dengan cara melakukan hal bermanfaat dan mendatangkan pahala. Sungguh, kelak kita akan menyesal karena menghabiskan waktu dengan kesia-siaan.
?Dan pada hari itu diperlihatkan Neraka Jahannam; pada hari itu sadarlah manusia, tetapi tidak berguna lagi baginya kesadaran itu. Dia berkata, ?alangkah baiknya sekiranya dahulu aku mengerjakan (amal shalih) untuk hidupku ini.? (QS. Al-Fajr: 23-24)
3. Membuang-buang uang
Tidak jarang kita berfoya-foya ketika malam tahun baru tiba, dengan membeli terompet, kembang api, dan lain-lain. Kita tidak sadar telah membuang-buang uang untuk hal yang tidak berguna, padahal banyak saudara di sekitar kita dan di belahan bumi sana yang kelaparan. Tidakkah kita ingat pada mereka ketika kita berpesta menghabiskan uang?
4. Mendatangkan maksiat
Malam tahun baru seringkali menjadi ajang maksiat, seperti pergi berdua dengan pacar, minum minuman keras, ikhtilat, dan berzina. Tidak takutkah jika kita sedang bermaksiat tiba-tiba malaikat maut datang mencabut nyawa kita? Sedihnya, kita masih saja santai melakukan kemaksiatan, bersenang-senang di dunia sampai melanggar syariat-Nya.
Yuk, kita isi malam tahun baru dengan hal-hal yang mendatangkan rahmat dan ridha Allah, seperti misal pergi ke taman-taman surga alias majelis ilmu yang pastinya dinaungi malaikat, muhasabah untuk diri sendiri selama setahun belakangan, membaca Alquran, dan hal-hal lain yang mengundang cinta Allah, serta menyelamatkan akhirat kita. Semoga kita dijauhkan dari hal-hal yang tidak bermanfaat.
