Bernas.id – Apa yang biasanya membuatmu sering ketagihan? Makanan luar biasa enak atau pemandangan alam yang amat apik? Umumnya orang suka sekali mengulang aktivitas yang memberikannya rasa nyaman. Namun sayangnya kegiatan membaca sering tak dilirik banyak orang. Pun sama halnya dengan menulis. Orang-orang juga enggan memegang pena untuk mewakilinya berkata-kata.
Jika seorang koki suka memasak, maka seorang nahkoda suka berlayar. Begitulah kalimat singkat yang menunjukkan bahwa mayoritas profesi seseorang lekat dengan hobinya sendiri.
Bagaimana soal membaca dan menulis? Membaca dan menulis seyogyanya memang tak bisa secara utuh dijadikan profesi. Kedua hal tersebut cenderung lebih mengasikkan dijadikan hobi yang berkualitas.
Di zaman millenial ini sudah banyak penulis hebat yang bermunculan. Lagi-lagi jika mereka ditanya apakah penulis adalah profesi mereka, maka jawabannya takkan beda satu sama lain. Menulis adalah cara mereka berbicara lewat kata bukan mencari nafkah untuk keluarga.
Jika ada royalti yang mereka terima itu bukanlah perkara uang yang mereka cari melainkan bonus atas niat baik mereka menyebar manfaat melalui tulisan.
Sebagian orang menganggap bahwa membaca itu membosankan. Terlebih jika materi yang dipaparkan berupa teks yang menyeluruh. Misalnya saja novel yang memiliki jumlah halaman hingga ratusan.
Tapi tahukah Anda memulai pengalaman dari hal baru selalu menguntungkan? Benar apa kata pepatah tentang pengalaman adalah guru terbaik.
Dengan mulai membaca kita akan membuka cakrawala dunia secara lebih luas. Tempat-tempat menakjubkan di luar negeri yang belum sanggup untuk dikunjungi serasa lebih dekat dengan membaca. Melalui kata yang terurai pada lembaran buku kita diajak mendesain tempat-tempat tersebut.
Anda yang ingin mencoba membiasakan aktivitas membaca namun selalu urung untuk memulainya, maka dapat memilih materi yang Anda inginkan saja. Sebagai contoh Anda adalah pengagum bunga, maka cobalah sesekali menyegarkan otak dengan buku tentang aneka kuntum bunga.
Lama-kelamaan tak hanya bunga yang menarik minat membaca Anda. Lebih dari itu, Anda akan dibuat penasaran dengan proses bentang alam lainnya. Tak berbeda jauh dengan membaca, orang-orang yang menaruh minat pada menulis juga sedikit.
Yakinlah bahwa menulis tak harus menguasai banyak kata. Menulis saja apapun yang ingin Anda tulis. Penulis yang berhasil pun menerbitkan sebuah karya tidak terlepas dari tulisan-tulisan sampahnya.
Menulis adalah salah satu cara seseorang mengekpresikan isi hati. Menyenangkan jika sehabis menulis segala risau hati justru berangsur memudar. Menulis menjadi terapi sederhana.
Membaca dan menulis adalah teman sejawat tak terpisahkan. Jika ingin menulis lebih banyak, maka membacalah lebih banyak. Jika sudah berada di akhir kisah sebuah tulisan, maka seketika hati menjadi puas dan ingin lagi. Ingin membaca lagi. Ingin menulis lagi. Jangan berani mencoba kedua hobi ini! Keduanya terbukti bikin kita ketagihan.
