Bernas.id – Tahun 2017 hampir tiba di penghujungnya. Kamu punya rencana apa untuk merayakan malam pergantian tahun?.
Menjelang pergantian tahun banyak dijual serba-serbi perayaan akhir tahun di pinggir-pinggir jalan, seperti terompet, petasan, dan lain-lain. Hal ini karena biasanya banyak yang merayakan tahun baru dengan keluar rumah, konvoi kendaraan, sambil meniup terompet dan menyalakan kembang api.
Berbanding terbalik dengan banyaknya broadcast-broadcast di media sosial yang menyerukan untuk sepikan tahun baru dengan perayaan hingar bingar karena bukan merupakan budaya Islam atau muslim. Maka banyak juga yang kemudian mengisi tahun baru dengan menghadiri berbagai acara kajian, pengajian dan tausiyah, atau berkumpul dengan keluarga di rumah.
Nah, kalau kamu pilih yang mana? Keluar rumah atau pilih tetap di rumah? Berikut akan disajikan beberapa kerugian bila kamu memilih merayakan tahun baru di jalanan atau di luar rumah. Silahkan menyimak!
1. Berisiko Tertular Difteri
Kamu tahu dong, sekarang ini wabah difteri sedang menjangkiti banyak daerah di Indonesia. Malah beberapa daerah ditetapkan sebagai KLB (Kejadian Luar Biasa), Lalu hubungannya apa? Nah, ternyata penularan Difteri ini bisa melalui terompet tahun baru lho! Dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH dari Fakultas Kedoteran UI yang dilansir dari detik.com mengatakan, bahwa penularan difteri melalui terompet tahun baru secara teori bisa terjadi akibat menempelnya percikan air liur. Coba deh bayangin terompet yang kamu beli pernah ditiup berapa orang? Yang bikin terompet, penjual, dan pembeli, pasti nyobain dulu tuh tiup terompet. Wow, ngeri kan?
2. Berisiko Mengalami Laka Lantas
Ini nih risiko atau kerugian lain yang enggak boleh kamu abaikan. Biasanya mereka yang merayakan tahun baru dengan turun ke jalan dengan konvoi motor, kurang memperhatikan kelengkapan keselamatannya, misalnya tanpa jaket, sarung tangan, bahkan tanpa helm. Belum lagi banyak juga oknum yang kemudian ugal-ugalan di jalan, atau tiba-tiba kamu bertemu geng motor yang beringas. Bahaya banget kan?
3. Bikin Kantong Bolong
Kok bisa sih merayakan tahun baru bikin kantong bolong? Jawabannya bisa banget. Meskipun kamu cuma keluar rumah buat nge-mal di malam pergantian tahun, masa sih kamu cuma bengong aja? Pastinya kamu jajan dong, lantas enggak tahan deh liat discount-an yang menggoda. Alhasil kamu belanja barang-barang yang mungkin bukan menjadi kebutuhan prioritas kamu. Iya enggak?
4. Potensial Melakukan Hal Buruk
Apa nih maksudnya? Kalau kamu jalan bareng teman-teman, kamu bakalan mudah banget tergiur ajakan teman. Misalnya karena hura-hura bisa saja jadi lepas kendali, minum minuman beralkohol atau merokok yang sama sekali bukan kebiasaan kamu sebelumnya. Nah, bahayanya kamu didoktrin, enggak apa-apalah sekali-kali cuma buat merayakan tahun baru. Padahal itu bisa jadi petaka, karena hal buruk bisa diawali dengan coba-coba.
5. Begadang
Mustahil banget kalau merayakan tahun baru kamu enggak begadang, karena biasanya puncak perayaan tahun baru itu ya tengah malam, pukul 00.00. Setelah pesta selesai, pasti ngalor ngidul sana sini, banyak juga yang pulang menjelang subuh bahkan sampai matahari terbit, dan langsung terkapar di tempat tidur. Salat subuh? Wah, kebanyakan kelewat.
Begadang juga bisa mengganggu kesehatan, minimal masuk angin.
Nah, itulah beberapa kerugian yang berpotensi kamu dapat jika memaksa merayakan tahun baru di luar rumah atau di jalanan. Jadi, gimana? Pilih di rumah atau di luar, nih?
