Bernas.id – Membicarakan ?rasa? adalah abstrak, tidak terlihat oleh mata, namun dapat dirasakan oleh diri orang tersebut. Hebatnya ?rasa? ternyata menggerakkan getar halus yang mempesona. Getaran ini sungguh luar biasa yang harus disyukuri karena pemberian dari Allah Subhanahu Wa Ta?ala, berarti seluruh organ tubuh kita merespon baik dan positif. Maka secara fisik dan mental dapat dikatakan sehat. Gerak yang easy going tanpa batas, bergerak bebas di hati dan perasaan diri seseorang, merupakan akibat dari ?rasa? yang muncul secara tiba-tiba dan tumbuh dengan baik di dalam hati kita.
Bagaimana untuk memanfaatkan getar ?rasa? yang easy going dalam diri seseorang? Memanfaatkannya sebagai penghubung yang positif dan dapat diaturnya menjadi kekuatan ?rasa? kebaikan. Mungkinkah ?rasa? menjadi penghubung cepat? Perasaan letaknya tersembunyi di pikiran bawah sadar pada gelombang otak manusia. Pada kondisi atas yaitu Alpha (8-13 Hz) dan kondisi bawah yaitu Theta (4-7 Hz). Jika dimasukkan pengaruh positif maupun negatif akan mudah masuk mempengaruhi pikiran bawah sadar kita (Sumber: Modul Workshop Hypnosis Fundamental).
Penghubung buat siapa? Inilah antara anak dan bundanya, ada rasa ikatan yang luar biasa. Bunda yang mengandung anaknya selama 9 bulan, mengurusnya semenjak lahir sampai dewasa (Islam: baligh). Rasa yang terikat antara anak-bunda merupakan penghubung yang dahsyat untuk saling memberi doa-doa dari bunda ke anak atau dari anak ke bunda.
Tiga rasa yang terbersit di hati orang tua, terutama seorang bunda, jika itu muncul pada saat tertentu, maka lakukan berdoa untuk anak-anak tercinta kita! Karena pada saat itu ada rasa yang menghubungkan antara bunda dan anak.
Pertama, rasa ingat. Pada saat bunda terbersit ingat kepada anak, berdoalah, mohonkan yang terbaik buat anak tercinta kita!
Ada sebuah cerita nyata. Waktu itu ada seorang ibu, yang berprofesi sebagai guru, sedang melakukan study tour dengan salah satu tujuan kunjungan ke Universitas ITB. Beliau mendengarkan pemaparan kampus yang luar biasa sehingga semakin kagumlah tentang kampus ITB. Saat itu, ibu tersebut teringat kepada anaknya. Apa yang terjadi? Ibu itu menangis dengan hebatnya, karena tidak mungkin anaknya bisa masuk Universitas ITB yang terkenal ini. Namun, Ibu itu melakukan berdoa untuk anaknya semoga anaknya menjadi anak yang baik dan ada keajaiban untuk dapat masuk di Universitas ITB.
Kedua, Rasa Pasrah. Titik pusat doa adalah kepasrahan penuh yang diserahkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta?ala, maka di sinilah seorang ibu berdoa dengan ikhlas untuk anak-anaknya. Dengan kepasrahan yang dilakukan orang tua dalam berdoa, akan memudahkan cepatnya naik doa diterima oleh Allah Subhanahu Wa Ta?ala.
Ketiga, Rasa Sayang. Perasaan seorang ibu jangan disakiti oleh anaknya meskipun itu tidak disengaja apalagi disengaja. Dalam Al-Qur?an (Surat ke-17, ayat:23,24) mengatakan bahwa ??… Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya, perkataan ?ah? dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia..?. Jika perasaan seorang ibu terluka maka ada sesuatu yang hilang, meskipun selalu di tekan perasaannya supaya tidak muncul. Sebagai anak seharusnya terus memupuk rasa sayang orang tua untuk kita, karena dengan munculnya rasa sayang tersebut sudah menjadi doa kesuksesan anak-anak kita di kemudian hari.
Posisi orang tua sangat penting dalam Islam, kita sebagai anak harus berbakti kepada orang tua. Sebagaimana Hadits Rasulullah mengatakan bahwa amalan sholeh yang paling tinggi dan mulia adalah berbuat baik kepada orang tua.
?Sholat tepat pada waktu ?.berbuat baik kepada kedua orang tua? jihad di jalan Allah.? (HR. Bukhari dan Muslim)
Dengan berbakti kepada orang tua, maka akan menambah rasa sayang dan tulus dari orang tua. Hal ini membawa efek positif kepada keridhaan orang tua kepada anaknya, sehingga doanya akan diterima (makbul) oleh Allah Subhanahu Wa Ta?ala. Karena salah satu doa yang diterima mudah adalah doa orang tua.
Doa adalah permohonan atau permintaan yang baik kepada Allah Subhanahu Wa Ta?ala yang dilakukan oleh manusia. Doa yang dilakukan setiap saat untuk kebaikan hidupnya dalam segala aspek kehidupan yang dilakukan sepanjang hidup kita. Doa dapat dikategorikan menjadi 2 (dua).
Pertama, doa adalah proses. Sepanjang hidup manusia harus berdoa atau memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta?ala dengan konsisten. Doa itu berproses mempunyai makna bahwa manusia harus bekerja dan berikhtiar untuk mewujudkan doa yang mereka panjatkan sepanjang waktu. Berarti peran manusia ada untuk mewujudkan doanya sendiri.
Kedua, doa adalah hak otoritas Allah Subhanahu Wa Ta?ala. Artinya, Allah mempunyai hak, apakah doa manusia tersebut diterima atau tidak. Ada doa-doa manusia yang langsung diterima (makbul) tanpa adanya proses lama, ada yang ditunda, dan itu hanya Allah Subhanahu Wa Ta?ala yang mengetahuinya. Namun dapat dirasakan oleh manusia itu sendiri akan kesuksesan doanya.
Waktu berdoa juga menentukan supaya diterima oleh Allah Subhanahu Wa Ta?ala, yaitu : Ketika sahur atau sepertiga malam terakhir, ketika berbuka puasa, ketika malam lailatul qadar, ketika azan berkumandang, di antara azan dan iqamah, ketika sedang sujud dalam sholat, ketika sebelum salam pada sholat wajib, di hari jumat, ketika turun hujan, hari Rabu antara Zuhur dan Ashar, ketika hari Arafah, ketika perang berkecamuk, ketika meminum air Zam-Zam. (Sumber: http://muslim.or.id)
