Bernas.id – Sejauh ini kaki kita melangkah di atas bumi yang terhampar. Mengarungi samudra kehidupan yang penuh dengan halangan dan rintangan dalam kebahagiaan semu. Seiring perputaran waktu, berapa banyak kita berbuat kebaikan? Kebaikan seperti apa yang dimaksud? Sebenarnya apa yang harus kita lakukan di dunia ini?
Wahai saudaraku! Tahukah kalian bahwa segala sesuatu yang Allah turunkan itulah kenikmatan walau itu sesuatu yang kita benci, karena terdapat pelajaran atau hikmah atas kejadian tersebut. Oleh karena itu, janganlah bersedih karena selalu mendapatkan hal yang tidak disukai, tapi ambillah manfaat dari apa yang didapatkan
Semua kesenangan di dunia ini hanyalah semu yang habis ditelan waktu. Semakin dunia itu dikejar maka rasa dahaga terhadap dunia itu makin menjadi. Dan tidak akan pernah habis nafsu terhadap dunia sampai ruh berpisah dengan raganya.
Saudaraku, ingatlah akan janji Allah, sebaik-baik Pemegang Janji adalah Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Hidup di dunia bagaikan seorang yang sedang bepergian kemudian singgah di suatu tempat untuk meneguk segelas air, lalu pulang ke kampung halaman dengan membawa buah tangan. Bukankah waktu itu sangat singkat?
Kehidupan abadi itu ada setelah kematian menjemput. Lalu, bagaimana dengan persinggahan singkat ini? Apakah sudah cukup bekal untuk mendapatkan janji Allah yang pasti? Dengan pertanggungjawaban pada setiap ruas anggota tubuh ini di hadapan Sang Pencipta.
