Bernas.id ? Sering kali manusia menganalogikan sosok malaikat sebagai sesuatu hal yang bersifat baik. Dalam berbagai agama pun mengenal sosok malaikat dengan analogi masing-masing. Malaikat merupakan sosok makhluk yang senantiasa berdzikir pada Tuhan. Adakah malaikat seribu maaf di tengah-tengah manusia yang nyata kasat mata dapat dilihat?
Manusia merupakan tempatnya khilaf dan salah, meskipun manusia merupakan makhluk yang sempurna namun banyak yang mengatakan bahwa manusia tidaklah sempurna. Yang menyebabkan manusia dikatakan tidak sempurna karena di tengah banyaknya kelebihan masih tersimpan beribu kekurangan, itulah mengapa manusia dikatakan tidak sempurna.
Namun di tengah-tengah manusia ada satu sosok yang bisa dikatakan sebagai malaikat. Budi baiknya, bahkan manusia terlembut hatinya. Mampu menyerahkan hidup dan matinya, kasih sayang yang tidak terkira. Yang terpenting adalah sifat pemaafnya. Jika banyak manusia yang mudah kecewa akhirnya sulit untuk memaafkan, manusia satu ini punya banyak stok maaf. Lantas siapakah dia?
Manusia itu adalah ibu, seorang ibu merupakan malaikat yang punya seribu maaf untuk anak-anaknya. Malaikat nyata yang senantiasa ada untuk kita, seseorang yang punya banyak curahan kasih sayang dan cinta sejati untuk anak-anaknya. Marahnya seorang ibu merupakan pertanda perhatian, kecewa seorang ibu merupakan pertanda sayang, dan tangis seorang ibu pertanda kebahagiaan.
Ketika masih kecil menimang-nimang anaknya dengan sabar, setelah beranjak dewasa ibu akan mulai bisa marah. Marah ketika melihat anaknya larut dalam bermain, marah ketika anaknya lalai mengerjakan tugas. Namun, marahnya seorang ibu tidak akan berlangsung lama. Ketika hari ini marah, keesokan harinya melihat anaknya lapar ketika belum makan kemarahan itu akan luluh dengan sendirinya. Begitulah seorang ibu, malaikat penuh maaf yang senantiasa ada di sekitar kita.
Oleh karena itu, jangan sia-siakan malaikat yang ada di sekitar kita selagi ada, selagi sehat, selagi masih bernafas di dunia. Seperti apapun keadaannya sekarang, tanpa sentuhan kasih sayang darinya seorang anak tidak akan mampu berdiri tegak dan melangkahkan kaki melihat dunia. Berkat restunya seorang anak semakin ringan untuk mencapai cita-citanya.
