Bernas.id – Keluarga adalah organisasi terkecil dalam masyarakat. Hendaknya keluarga menjadi tempat pendidikan yang pertama dan utama. Ibu sebagai sekolah pertama bagi seorang anak manusia, sedangkan ayah adalah pemimpin keluarga yang hendaknya menjadi contoh teladan yang baik. Namun, ternyata keluarga dapat juga menjadi penyebab kenakalan. Aneh kan? Tapi itulah yang terjadi. Kenapa hal ini dapat terjadi? Inilah di antara penyebab mengapa keluarga menjadi penyebab terjadinya kenakalan di antaranya adalah:
1. Kurang mendapat kasih sayang orang tua
Orang tua yag sibuk bekerja yang menyita waktu menyebabkan orang tua dan anak kekurangan waktu untuk saling berinteraksi atau menjalin hubungan secara langsung saling berkomunikasi. Kekurangan waktu bercengkrama menyebabkan anak merasa tidak diperhatikan sehingga merasa tidak disayang yang akhirnya anak mencari perhatian di luar rumah. Cara mencari perhatiannya dengan banyak nongkrong di luar rumah atau mencari lingkungan baru. Dapat juga dengan gabung atau membuat geng remaja. Anak yang mencari perhatian di luar dengan gengnya merasa menemukan hal yang tidak ditemukan di rumah walaupun perhatian maupun penghargaan yang diberikan oleh geng tersebut bertentangan dengan norma yang berlaku di masyarakat.
Biasanya di dalam geng, mereka merasa mendapat perhatian dan kasih sayang dari sesama anggota gengnya berupa pujian. Adapun geng remaja saat ini terdiri dari geng remaja sekolah dan geng remaja di luar sekolah. Biasanya geng remaja sekolah ini anggotanya sekitar 3-5 orang. Geng ini terdiri dari siswa yang mempunyai kesamaan hobi, minat, kesetiakawanan yang kadang salah mengartikan termasuk yang tidak baik pun diikuti. Sedangkan geng yang berada di luar sekolah dapat disebabkan karena ekonomi yang kusut maupun yang mewah. Orang tua yang sibuk dengan kerjanya masing-masing, bahkan terjadi seorang ibu berada di negara lain sedangkan ayah ada di kota lain sementara anak ada di kota kabupaten yang berbeda pula. Ini jika salah gaul maka akan terjadi kenakalan remaja dengan bergabung dengan remaja lain yang merasa senasib. Ternyata jika kita perhatikan anak-anak itu tidak hanya membutuhkan materi, namun lebih dari itu.
2. Kehidupan Keluarga yang Tidak Harmonis
Keluarga yang harmonis adalah keluarga yang utuh yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak dan interaksi antar keluarga tersebut terjalin dengan baik. Penyebab tidak utuhnya suatu keluarga dapat terjadi karena perceraian dan kematian. Penyebab ini ada juga yang masih tetap harmonis namun di masyarakat kebanyakan keluarga tidak utuh menjadi penyebab kenakalan remaja. Ini karena anak menjadi cenderung nakal, malas dan suka berantem (walaupun sebenarnya bukan itu penyebabnya) merupakan dampak dari kurangnya pemahaman agama. Karena tidak utuhnya suatu keluarga sehingga kurang fokus dan terkadang orang tua tidak fokus terhadap pendidikan agama. Karena terpecahnya perhatian, di satu sisi mencari uang, di sisi lain harus mendidiknya agar menjadi anak yang baik.
Maka untuk orang tua perlu diingat bahwa:
- Janganlah orang tua bertengkar di depan anak. Sehingga nanti anak bingung harus ikut yang mana. Apalagi ketika terjadi pertengkaran yang hebat.
- Harus ada kesamaan visi maupun misi antar suami isteri. Ini terlihat ketika si ayah sangat tegas sedangkan si ibu sangat lemah .Pendidikan yang berbeda seperti ini pun ternyata dapat menjadi penyebab labilnya jiwa anak, sehingga menyebabkan kenakalan. Apalagi ketika si anak berbuat salah kemudian di antara ayah dan ibunya menyembunyikannya bahkan membelanya.
- Jauhkan dari campur tangan orang lain. Termasuk di sini adalah campur tangan nenek atau kakek. Terkadang ketika nenek atau kakek berada dekat atau mungkin serumah dengan suatu keluarga ini akan berpengaruh juga. Si ayah melarang membeli sesuatu dengan alasan pemborosan misalnya sementara si anak merengek terus. Nah, nenek kadang tampil seolah menjadi “pahlawan” dengan memberikan secara sembunyi-sembunyi apa yang menjadi keinginan sang cucu. Tentu si anak merasa ada yang membela dan melindungi akibatnya dia akan melawan terhadap orang tunya sendiri.
