Bernas.id ? Sering kita mendengar istilah kolesterol baik dan kolesterol jahat. Yang dianggap ?baik? adalah jenis HDL (High Density Lipoprotein) sedangkan yang dianggap ?jahat? adalah jenis LDL (Low Density Lipoprotein). Sebenarnya apa sih yang disebut ?kolesterol?? Mengapa ada yang baik dan ada yang jahat? Anda tidak akan tahu jawabannya kecuali Anda membaca hingga tuntas artikel ini!
Ada beberapa istilah yang menggambarkan tentang komponen lemak dalam tubuh sebagai berikut:
- Kolesterol. Merupakan salah satu komponen lemak yang beredar di dalam darah. Kolesterol diproduksi di hati dan sangat diperlukan oleh tubuh untuk proses metabolisme seperti pembentukan sel-sel baru dan hormon.
- LDL (Low Density Lipoprotein). LDL ini berperan mengalirkan kolesterol ke seluruh tubuh.
- HDL (High Density Lipoprotein). HDL ini berperan membuang kelebihan kolesterol dari sel dan pembuluh darah serta membawa kolesterol kembali ke hati untuk dibuang.
- Trigliserida. Yaitu lemak cadangan atau simpanan energi yang terbentuk sebagai hasil dari metabolisme makanan dalam tubuh. Trigliserida berujud lemak, karbohidrat, dan protein, yang kondisinya berlebih. Artinya tidak seluruhnya dibutuhkan sebagai sumber energi sehingga masih ada sisa lemak atau energi (cadangan).
- Kolesterol Total. Adalah senyawa yang merupakan gabungan fraksi dari kolesterol, LDL, HDL, dan trigliserida.
Orang awam menyebut LDL sebagai ?kolesterol jahat?, karena sering menyebabkan penempelan kolesterol pada dinding-dinding pembuluh darah. Benarkah LDL sebagai ?kolesterol jahat? dan di mana letak kejahatannya? Mari kita selidiki!
LDL berfungsi mengalirkan kolesterol ke seluruh tubuh. Pada saat menjalankan tugasnya, LDL membutuhkan cairan plasma darah. LDL juga membutuhkan rekan pendampingnya, yaitu HDL, dalam proses membuang sisa kolesterol yang menempel pada dinding pembuluh darah saat proses tersebut. Lihatlah! LDL sangat berfungsi di dalam tubuh kita.
Mengapa terjadi penempelan kolesterol di dinding pembuluh darah (plaque)? Karena tubuh kekurangan cairan dan kekurangan HDL. Cairan yang seharusnya bisa membantu fungsi transportasi LDL sedikit, dan menjadikan proses pengaliran kolesterol menjadi lambat dan tersendat. Sehingga terjadi plaque di dinding pembuluh darah. Sementara kehadiran HDL juga sangat kurang, sehingga plaque yang menempel tidak sempat dibersihkan. Bila menilik pada kasus ini, seharusnya yang dianggap ?jahat? adalah cairan dalam darah atau HDL karena tidak hadir membantu LDL dalam menjalankan tugasnya.
Janganlah kita menghakimi sesuatu tanpa dasar! Yang jahat sebenarnya adalah pemilik mulut, yaitu manusianya. Yakni kurang bertanggung jawab atas kondisi tubuhnya. Manusianya terlalu banyak memakan makanan yang mengandung lemak, karbohidrat, dan protein tanpa diimbangi dengan asupan air. Baik berupa air putih maupun air dalam kandungan buah atau sayuran.
Jika kita memakan makanan berlemak, berkarbohidrat, dan berprotein, dengan bijaksana serta diimbangi dengan asupan air yang cukup, maka tubuh akan merasa nyaman. Adanya cairan membantu LDL mengalirkan kolesterol ke seluruh tubuh. Bila ada sisa yang menempel di dinding pembuluh darah, maka HDL yang membersihkannya. Cadangan lemak atau simpanan energi dalam jumlah standar dan terkontrol. Maka tubuh akan terasa nyaman untuk bergerak dan beraktivitas.
Jadi, kesimpulannya: tidak ada kolesterol jahat. Semua jenis komponen lemak memiliki fungsi baik untuk tubuh Anda. Hanya saja, Andalah yang kurang bijak dalam mengkonsumsi makanan. Oleh karena itu, bijaksanalah dan perhatikan pola makan Anda!
