Bernas.id – Jangan melarang anak menikah di usia muda bila tidak mau menjadi orang tua yang dibenci. Siapa pun orang tua di dunia ini pasti ingin yang terbaik untuk anaknya. Tidak ada satu pun orang tua yang menginginkan anaknya hidup menderita di masa depan itulah sebabnya mengapa orang tua harus benar-benar meilih pasangan terbaik untuk sang anak. Seperti menyuruh buah hatinya untuk menikah di saat sudah mapan. Karena hidupnya sudah pasti terjamin terbukti dari adanya pekerjaan, memiliki rumah dan memiliki mobil. Siapa yang tidak menginginkan anaknya hidup terjamin? Semua pasti ingin. Menyebabkan beberapa orang tua melarang anaknya untuk menikah di usia muda dengan berbagai alasan.
Namun nyatanya menikah di usia sekitaran 21-25 tahun tidak selalu buruk. Meski usia tersebut masih sangat muda dan bisa dikatakan belum cukup mapan untuk menjalin hubungan rumah tangga, tapi pada nyatanya hal tersebut juga memiliki manfaat seperti:
1. Membangun masa depan dari nol bersama
Bagi yang menikah di usia muda tak perlu risau akan masa depan dan rezeki. Sebab dengan menikah Allah akan membukakan kita pintu rezeki dari mana saja dan Allah sudah mengatur rejeki setiap hamba-Nya. Tentunya menikah di usia muda bukanlah menjadi sesuatu yang merisaukan orang tua bila mereka percaya bahwa rezeki sudah diatur oleh yang Maha Kaya.
Membangun masa depan dari nol tidak selamanya buruk. Justru hal ini pastinya akan sangat menyenangkan, karena masih sangat muda, pasangan ini pasti akan mengeksplorasi dirinya untuk bisa sekreatif mungkin mencari nafkah membangun masa depannya bersama yang tentunya pasti akan jauh lebih mudah dari pada hanya dilakukan seorang diri. Hal ini bisa membuat anak muda menjadi lebih mudah mencari penghasilan karena dilakukan bersama.
Karena menikah di usia, mapan pun tidak benar-benar menjamin kebahagiaan. Sebab ada juga beberapa pasangan yang menikah bukan karena cinta tapi hanya tergiur harta berlimpah yang dimiliki pasangannya.
2. Waktu untuk belajar mandiri dan bertanggung jawab lebih banyak
Dengan menikah di usia muda, rasa tanggung jawab akan menjadi satu hal yang penting. Sehingga menyebabkan nikah muda ini menjadi ajang proses pembelajaran diri agar menjadi lebih mandiri terhadap diri sendiri atau pun terhadap pasangan. Kerena pasangan tersebut memiliki banyak waktu untuk belajar bersama dari kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan.
3. Memiliki anak di usia muda
Ketika nanti memiliki anak, jarak antara pasangan muda dan anaknya ini tidak akan terlalu jauh sehingga mereka bisa menjadi sahabat bagi anaknya ketika nanti anaknya mulai beranjak dewasa. Sehingga mereka bisa mengikuti perkembangan dan tumbuh kembang sang anak yang jaraknya tidak terlampau jauh dari usia mereka.
Teruntuk orang tua, berilah kesempatan anak untuk bebas memilih. Namun, tetaplah beri mereka arahan. Sebab masa muda adalah masa yang berapi-api dan cenderung membuat anak muda untuk berpikir sekali saja tanpa memikirkan banyak akibatnya. Di sinilah peran orang tua untuk mengingatkan anaknya. Dengan memberi contoh nyata kepada sang anak bahwa hal yang ia pilih adalah salah.
Jangan malah menentang dengan keras, dan tidak membolehkan anak untuk menikah di usia mudanya. Sebab hal ini justru akan membuat anak akan semakin membakang dan membenci orang tua karena tidak mengizinkan anaknya menikah dengan kekasih pilihannya.
