Bernas.id ? Menurut beberapa ahli, apa yang paling sering kita ucapkan dan pikirkan itulah yang akan kita dapatkan. Di sinilah letak kekuatan ucapan dan pikiran yang saling bekerja sama untuk membantu kita dalam mencapai apa yang paling kita inginkan. Jadi bila menginginkan sesuatu, sering-seringlah melakukan 3 hal sederhana ini :
1. Ucapkanlah
Sering-seringlah mengucapkan apa pun yang kita inginkan. Sampaikan kepada orang banyak bahwa kita benar-benar menginginkan hal tersebut. Dengan begitu, apa pun yang kita ucapkan tersebut akan datang kepada kita dan benar-benar kita miliki. Lakukanlah hal ini secara terus menerus, dan buktikanlah bahwa ucapan memiliki kekuatan yang tak bisa kita pandang sebelah mata.
2. Tuliskanlah
Sebagai manusia sering kali tak bisa jauh dari kata lupa. Di sinilah pentingnya sebuah tulisan. Karena menulis sebuah tulisan sama dengan menulis untuk keabadian. Yang berfungi untuk mengingatkan ketika kita mulai lupa dan meyerah dengan apa yang kita inginkan karena tak kunjung datang. Dengan menuliskannya itu akan menjadi abadi. Dan ketika kita membacanya kembali, rasa semangat akan datang menggebu-gebu. Kita pun akan berusaha untuk mewujudkan semua itu untuk menjadi nyata.
3. Yakinlah
Setelah sering mengucapkan dan menulisnya. Hal terakhir yang harus kita lakukan adalah yakin. Yakinlah bahwa kita sudah memimiliki hal tersebut. Dengan keyakinan yang kuat, maka kita pun pasti akan mendaptkannya. Karena keyakinan akan menarik apa pun hal yang kita inginkan untuk menjadi miliki kita. Jadi jangan pernah berhenti untuk selalu yakin dan percaya bahwa kita bisa memiliki apa pun yang kita inginkan.
Semakin sering kita ucapkan, semakin sering kita tulis, maka semakin cepat kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan. Yakinlah!
Banyak ungkapan yang berkata seperti
?Berupura-puralah mencintaiku sampai engkau lupa bahwa engkau sedang berpura-pura.?
Nah, sama seperti hal ini teruslah berpura-pura bahwa kita sudah memilki apa yang kita inginkan sampai kita benar-benar memilikinya.
Misalnya lagi, bila saat ini kita tidak bisa berbuat baik, berpura-puralah berbuat baik hingga kita lupa bahwa kita sedang berpura-pura. Hingga suatu hal ini menjadi suatu kebiasaan yang membuat kita jadi terbiasa untuk berbuat baik.
