Bernas.id ? Dulu, orang keracunan disebabkan oleh memakan suatu makanan yang mengandung racun. Seperti zat-zat berbahaya formalin, borax, perasa sintetis, pewarna sintetis, atau zat pengawet lainnya. Namun kenyataannya saat ini kondisi tubuh sangat rentan setelah didera berbagai jenis makanan pelemah daya tahan tubuh. Sehingga racun-racun yang bukan dari makanan dapat masuk ke tubuh. Baik melalui udara, air, maupun dengan sentuhan.
Racun masuk ke tubuh melalui udara
Beberapa jenis racun masuk ke tubuh melalui udara. Yakni saat kita menghirup udara dalam proses pernafasan sehari-hari. Jenis racunnya berasal dari aroma parfum sintetis, bangkai binatang, bahan cair pada mesin penyejuk air conditioner (AC), knalpot bocor dan asap kendaraan bermotor, asap pabrik, hasil pembakaran plastik atau karet, serta pembakaran sampah-sampah medis.
Jenis racun ini akan merusak sistem indera penciuman kita, yang diteruskan ke otak, dan mengganggu sistem keseimbangan tubuh. Efek yang ditimbulkan adalah rasa mual dan muntah, otak serta pembuluh darah menjadi kekurangan oksigen akibat timbulnya persenyawaan baru dengan molekul racun tersebut.
Racun masuk ke tubuh melalui air
Jenis racun yang masuk melalui air di antaranya adalah pestisida. Para petani sering sekali mengalami hal ini. Tubuh mereka mengalami gatal-gatal bahkan infeksi berkepanjangan. Pestisida yang tertimbun dalam air sawah masuk ke pori-pori kaki petani, kemudian mengalir dalam darah. Penyaringan racun di tubuh melalui beberapa organ seperti ginjal, hati dan paru-paru. Bila sudah dalam kondisi over dosis, maka organ-organ tersebut terkena dampaknya. Manifestasinya adalah pada kulit dengan munculnya area gatal-gatal, alergi, dan luka.
Racun masuk ke tubuh melalui sentuhan
Sentuhan tangan kita pada benda-benda tertentu bisa menjadi penyebab masuknya racun melalui pori-pori tangan. Contohnya virus, bakteri, kuman, dan alergen. Lebih jauh lagi bila melalui suntikan atau sesuatu yang dimasukkan ke dalam tubuh. Misal zat-zat tertentu dalam proses pembuatan tatto, stempel dan gambar tempel (biasanya umum pada anak-anak sekolah). Atau sesuatu yang sengaja diusapkan seperti make up. Bahan-bahan kosmetika seperti quinon, dan beberapa logam berat sangat berperan dalam penurunan daya tahan tubuh.
Solusi bagi masing-masing kondisi keracunan tersebut menyesuaikan area yang terpapar racun itu sampai di organ mana saja. Tindak lanjut pengobatan ataupun terapinya memerlukan penelitian dan pengamatan lebih lanjut. Sebab, organ yang terkena dampak berat racun tersebut tidak hanya yang terlihat kasat mata, namun bisa jadi sudah menyebar ke seluruh tubuh melalui peredaran darah. Pembersihan racun-racun tersebut memerlukan waktu yang agak lama. Baik secara medis maupun secara tradisional. Berkonsultasilah kepada orang yang ahli di bidangnya agar terapi dan solusinya dapat dilakukan secara tepat, cepat, efektif, dan aman.
