Bernas.id –
“Lelaki dewasa pun adalah seseorang berbadan besar dengan jiwa kanak-kanaknya yang selalu bersamanya.”
Quote ini bisa dijadikan pegangan kaum istri dalam melayani suami. Terkadang, istri merasa suaminya terlalu kekanakan, kurang bijak dan segudang alasan istri yang membuatnya sering kesal. Padahal, setiap apa pun di dunia ini memiliki keunikan sendiri. Begitu pula sang suami, kekasih hati.
Lelaki dengan segala kewibawaannya, memiliki otak yang berbeda pemikiran dengan perempuan. Mereka hanya bisa berpikir satu hal di satu waktu. Beda dengan perempuan yang bahkan dapat multitasking, memasak sambil mencuci piring bahkan mencuci baju. Dalam ?Male Brain? karya Louann Brizendine, seorang penulis yang menjadi dokter ahli saraf dan meneliti selama 25 tahun tentang otak lelaki dan perempuan, laki-laki menuduh perempuan terlalu emosional dan perempuan menuduh laki-laki tidak cukup emosional. Ini dikarenakan, otak lelaki menggunakan satu sistem emosi dan perempuan lebih banyak.
Maka, untuk memahami laki-laki yang sudah menjadi suami Anda, Anda harus peka dengan hal ini agar komunikasi lancar, uang belanja pun aman.
1. Sambutlah suami dengan senyum manis saat pulang kerja
Pulang kerja adalah saat-saat suami ingin melepaskan penat setelah seharian bekerja. Senyum sang istri dan bahkan layanan tulus ikhlas menjadi momen yang ditunggu. Apa jadinya jika harapan suami kandas saat sampai rumah mendapati istrinya cemberut karena kesal? Bisa jadi, mood suami memburuk bahkan marah-marah. Bukankah Anda sebagai istri malah ikut bertambah kesal?
Tahanlah ego Anda sebentar saja. Walaupun misalnya kekesalan Anda sangat tinggi kepada suami. Biarkan suami mengganti bajunya dan nyaman di rumah dahulu. Baru ungkapkan kekesalan Anda. Namun ingat, jangan langsung nyolot. Siapkan kata-kata yang baik agar apa yang disampaikan masuk ke hati suami dan membuatnya berpikir lurus.
2. Dukung hobinya dengan maksimal, namun ingatkan untuk berada di jalan yang lurus
Lelaki adalah manusia dewasa dengan jiwa kanak-kanak dalam diri. Hal ini membuat mereka masih tergila-gila dengan anime kesukaannya, miniatur kendaraan bahkan robot, atau memiliki komunitas dan sering berkumpul dengan temannya. Ini hal yang wajar kok. Semua hobinya adalah kepuasan batinnya untuk membuat lelaki selalu bahagia. Bukankah saat suami bahagia, Anda juga lebih bahagia karena keinginan Anda bisa terwujud?
Namun, tetap ingatkan suami saat hobinya sudah menyimpang. Misalnya, hobi menguras banyak anggaran rumah tangga, suami lebih menghabiskan waktu dengan teman dan lain-lain. Kuncinya hanya satu, bicaralah dengan menjaga perasaan suami.
3. Memintalah saat suami sedang bahagia, misalnya setelah makan
Ingin membeli baju yang sudah lama diinginkan? Atau ingin mengajak suami liburan ke tempat yang sedang ingin dikunjungi? Memintalah saat suami bahagia.
Orang yang bahagia cenderung mengabulkan apa yang diminta oleh kekasih hatinya. Bahagia bisa dilihat dari wajahnya dengan ekspresi senang dan cara bicaranya yang bersemangat. Setelah makan adalah momen berharga istri untuk meminta persetujuan suami. Apalagi jika makanan yang dimakannya adalah makanan favorit suami. Belum kelar istri meminta pun, suami akan mengiyakan.
Memahami pasangan adalah keniscayaan. Hanya lebih mengerti keunikannya saja yang mambawa Anda sebagai istri untuk lebih paham apa yang harus Anda lakukan. Namun, jangan menyerah jika ternyata cara di atas tidak 100% berhasil. Ada kalanya Anda harus bersabar membujuk suami dengan kelebihan Anda sebagai perempuan. Selamat mencoba para istri dan wujudkan impianmu.
