Bernas.id ? Maraknya kasus narkoba belakangan ini menjadi perbincangan hangat di berbagai media massa. Dunia pertelevisian telah banyak mengungkap keberhasilan pemberantasan narkoba yang dilakukan oleh BNN. Satu demi satu pemakai narkoba ditangkap, namun biang keladi di balik itu semua masih bertengger di balik layar.
Sadarkah kita, bangsa Indonesia, bahwa sebenarnya kita sedang dilemahkan fisik dan mentalnya oleh para ?penjajah?? Dalam artian ?penjajah? di sini adalah mereka yang berkepentingan ingin menguasai negeri ini, berikut potensi perekonomiannya. Negeri dengan kekayaan alam yang melimpah ruah, gemah ripah loh jinawi, baldatun toyyibatun warabun ghafur. Mereka ingin menguasai negeri ini, namun mereka takut memasukinya dengan cara perang. Sehingga mereka memasuki negeri ini secara perlahan dengan melemahkan generasi bangsa yang kuat ini melalui aneka bentuk permainan (game online) dan narkoba.
Agar dengan mudah mereka melumpuhkan otak-otak cerdas bangsa Indonesia, serta menggantinya dengan keasikan bermain hingga mereka lalai belajar dan berkreasi. Ketika kita tersadar, mereka sudah jauh menguasai bangsa kita dengan teknologi dan perekonomian maju. Sementara kita hanya jadi penonton dan konsumen belaka.
Sebenarnya apa manfaat rokok dan narkoba bagi generasi muda? Sudah banyak contoh nyata kerugian fisik dan mental setelah konsumsi rokok dan narkoba. Nyatanya tetap saja banyak orang membeli dan mengonsumsinya sehari-hari. Ironis memang, ketika disodorkan sebuah produk jamu penambah stamina, mereka tolak, dan lebih memilih yang bertuliskan bahaya, ?Merokok membunuhmu.? Mungkin pola pikir mereka sudah terbalik, yang baik dianggap buruk dan yang buruk dianggap baik.
Oleh karena itu, bagaimana jika slogan dan iklan rokok itu diganti saja dengan kalimat yang ?baik?, sehingga mereka akan berpikir ?buruk?? Ini beberapa ?manfaat? rokok yang tak disadari banyak orang:
1. Merokok bikin awet muda;
Nggak percaya? Para perokok dan pecandu narkoba itu pasti awet muda. Dia nggak akan pernah tua. Dia disayang oleh Tuhan karena dipanggil menghadap lebih dahulu dibandingkan orang lain, alias cenderung mati muda. Sehingga tidak mengalami masa-masa menyenangkan menimang cucu dan cicitnya.
2. Merokok bikin rileks;
Kehidupan yang rileks dan nyaman didambakan oleh setiap orang, termasuk perokok. Para perokok dan pecandu narkoba akan mengalami kehidupan yang rileks dan tidak pernah stres. Pasalnya, ketika sudah terkena komplikasi paru-paru dan mengalami kematian, maka dia akan rileks selama-lamanya di kuburan.
3. Konsumsi narkoba bikin super hebat.
Kehebatan para perokok dan pecandu narkoba itu di antaranya adalah bisa TTP, alias Terbang Tanpa Sayap (nge-fly). Bisa berbicara bahasa apa saja yang orang lain tidak tahu artinya (meracau). Bisa tidur sambil bicara (mengigau), juga mereka tidak merasakan punya masalah apapun, karena kesadarannya akan kehidupan ini sudah mencapai limit ?nol kilometer?.
Ada seorang perokok berdalih, ?Orang tuaku zaman dulu saja perokok berat, ?tingwe? (nglinthing dhewe; memilin sendiri rokok lintingan), usianya sampai 90 tahun, kok.?
Iya, itu dulu. Ketika rokok masih alami dari tembakau murni. Hari ini, rokok sudah bukan murni tembakau karena dicampur dengan banyak bahan tambahan. Ada pula rokok yang dicampur dengan kotoran ternak kering yang berfungsi sebagai penjaga bara api agar tetap menyala saat tidak sedang dihisap. Ketika terjadi pembakaran sudah bukan hanya asap karbon yang terhirup, tetapi senyawa logam-logam berat turut terhirup. Apalagi bagian busa filter rokok sebagian besar adalah hasil olahan dari haemoglobin babi. Bagi umat Islam, babi termasuk haram dikonsumsi.
