Bernas.id – Menuntut ilmu merupakan pekerjaan yang sukar ditempuh. Bagaimana tidak, memegang tongkat estafet yang merupakan wahyu yang Allah turunkan melalui Rasulullah, Muhammad SAW. Dengan demikian, besarnya tanggungan yang ada padanya hanya mampu ditempuh oleh orang yang Allah berikan karunia padanya.
Sebuah pekerjaan mulia pasti memiliki risiko dan gangguan yang besar pula. Sebagai penuntut ilmu, hendaknya kita berupaya agar usaha kita membuahkan hasil, memberikan manfaat bagi kita dan orang-orang di sekitar kita. Inilah di antara wasiat dari para pendahulu umat:
- Meluruskan niat
Segala sesuatu akan didapat sesuai niatnya. Setiap perbuatan itu sesuai apa yang diniatkan. Begitu pula seorang penuntut, bilamana dia berniat untuk menghilangkan kebodohan pada dirinya dan orang sekitarnya, maka ilmu itu akan memberikan manfaat sebagaimana niatnya. Jika popularitas yang dia cari, maka dia akan mendapatkan buah dari niatnya.
- Tumbuhkan kecintaan dalam menuntut ilmu
Memulai sesuatu dengan cinta akan memberikan semangat untuk senantiasa berada di sisinya, merasakan hausnya menuntut ilmu sehingga menuntut ilmu menjadi hal yang selalu dinantikan.
- Menjaga etika dalam menuntut ilmu
Dalam menuntut, etika adalah pondasi yang harus dijaga agar ilmu yang didapatkan bermanfaat. Menghormati ilmu dan para pemiliknya. Menjaga kesopanan di saat ilmu disampaikan.
- Ingat akan janji Allah
Dengan mengingat akan janji Allah yang besar bagi penuntut ilmu, seseorang akan berlomba-lomba untuk mendapatkan janji Allah. Karena janji-Nya adalah sebaik-baik janji.
- Memohon pertolongan dan ampunan kepada Allah
Bersama segala upaya yang kita curahkan untuk menuntut ilmu. Hendaknya selalu memohon kelapangan dada agar mudah menerima kebaikan, dari mana pun datangnya.
.jpg)