Bernas.id ? Pekerjaan-pekerjaan besar selalu ditangani oleh orang-orang yang berkompeten di bidangnya. Hampir pasti sebuah pekerjaan khusus membutuhkan keterampilan khusus, dan inilah yang disebut profesi. Kepiawaian dalam menjalankan tugas-tugas yang diembannya itulah akumulasi dari profesionalisme kerja. Sama halnya bila kita sedang merintis sebuah wirausaha. Usaha mandiri yang dirintis tersebut tentu membutuhkan kepiawaian dalam pengerjaannya.
Sebuah pekerjaan yang ditangani secara profesional bisa menjadi sebab datangnya keberkahan dan kemuliaan. Tidak sedikit pekerjaan mulia yang dilakukan oleh para praktisi maupun para cendekiawan. Mereka mementingkan kehidupan banyak orang dibandingkan kehidupannya sendiri. Mereka rela meninggalkan kampung halamannya dan menjauhi saudara-saudara di kampung hanya demi menjalankan sebuah misi riset untuk kepentingan bangsa dan negara.
Sebagian besar orang membutuhkan jenis pekerjaan dengan gaji terbaik, termudah pengerjaannya, dan termulia derajatnya. Ada lagi persyaratan lainnya, seperti perusahaan multi nasional, BUMN, atau perusahaan lain yang dipandangnya bonafide. Tentu akan betah bekerja di tempat tersebut. Jika ada sebuah perusahaan asing dan tergolong perusahaan besar sedang membuka lowongan pekerjaan, maka seorang profesional di bidangnya tentu tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Berbondong-bondong para pencari kerja berdatangan menuju perusahaan tersebut guna memasukkan lamaran pekerjaan dan bersiap mengikuti tes wawancara. Berdesak-desakan seperti layaknya para pemburu kerja di Indonesia melalui jalur CPNS.
Ini ada kisah menarik dari sebuah perusahaan asing. Layaknya perusahaan besar, lowongan pekerjaan tersebut diumumkan resmi melalui berbagai media massa. Perusahaan tersebut mengumumkan lowongan pekerjaan untuk suatu jabatan khusus pada sebuah divisi khusus. Divisi ini menyangkut kehidupan banyak orang, yaitu, Pengawas Pertumbuhan.
Melihat peluang ini, para profesional muda pemburu kerja berdatangan memasukkan lamaran pekerjaannya. Giliran mendapat panggilan, mereka berusaha sabar duduk di bangku antrean sebelum masuk ruang tes wawancara. Para pelamar tersebut tampak telah menyiapkan segala persiapan fisik maupun mentalnya.
Hampir tidak ada kejadian istimewa di deretan bangku antrean itu. Namun, sebagian besar pelamar yang keluar dari ruang wawancara matanya berkaca-kaca, mengungkapkan ekspresi yang membuat orang lain bertanya-tanya. Apakah Anda juga bertanya, ?Apa sebabnya?? Pasti penasaran dan daripada penasaran sendirian, yuk, kita simak video istimewa berikut ini!
