Bernas.id – Banyak orang yang hidup hanya sekadar hidup, tanpa tujuan yang jelas. Ada juga yang menyesali kehidupannya bahkan, mengakhiri hidupnya sendiri karena tidak kuat menahan beban hidupnya. Ada juga yang bingung kenapa ia terlahir ke dunia ini dan merasa hidupnya tidak berarti.
Apakah Anda termasuk salah satu dari yang di atas?
Allah menciptakan manusia dengan dibekali akal pikiran untuk mengenali dan menjalani kehidupan ini dengan baik. Butuh kecerdasan agar hidup kita berjalan sesuai dengan yang diinginkan serta bermanfaat bagi kehidupan di sekitar kita. Ada 6 hal yang perlu dipahami agar kita menjadi cerdas hidup, yaitu:
1. Hidup adalah anugerah
Kehidupan yang kita jalani ini adalah anugerah dari Allah, bukan sebuah kesia-siaan. Jadi dengan pemahaman ini, kita harus mensyukuri terlebih dahulu setiap detik kehidupan yang kita jalani dengan cara meyakini bahwa hidup kita harus memiliki manfaat buat orang lain dan alam sekitar kita.
Dengan mensyukuri hidup maka kita akan mengisinya dengan hal-hal positif yang tidak merusak alam dan tidak merugikan orang lain.
2. Hidup adalah perubahan
Perubahan itu bisa secara fisik, mental, pemikiran maupun kondisi lain yang menyertainya, contohnya perekonomian. Manusia berubah dari bayi menjadi anak kecil lalu dewasa hingga menua. Begitu pula secara pemikiran dan mental.
Jika secara perekonomian, hidupnya tidak berubah maka perlu disadari dulu bahwa dirinya harus berubah karena perekonomian hanyalah sebuah akibat, sebabnya ada dalam diri.
Apakah mentalnya masih miskin : tidak mau maju, tidak mau belajar, tidak siap berubah, suka dengan kondisi nyaman, malas berusaha, egois, pemalu, pesimis.
Atau pemikirannya masih kolot : merasa paling hebat, paling pintar, anak orang kaya atau anak pejabat, pernah sukses walaupun sekarang kondisinya bangkrut.
Sadari dua hal tersebut, apakah mental kita masih miskin atau pemikiran kita masih kolot, lalu berubahlah. Allah pun tidak akan merubah hidup kita jika kita tidak merubahnya sendiri.
3. Hidup adalah pilihan
Allah tidak pernah menciptakan kejahatan hanya kebaikan, tapi manusialah yang memilihnya. Allah tidak menakdirkan hambanya miskin karena Dia Maha Kaya dan kekayaannya telah disiapkan untuk hamba-Nya di muka bumi ini, namun manusialah yang memilih untuk hidup miskin karena malas mengolah kekayaan alam yang telah disediakan atau mengolah potensi yang ada dalam dirinya.
4. Hidup adalah perjuangan
Allah mengatakan bahwa hidup adalah sebuah permainan, berarti ada yang menang dan yang kalah. Pilihan kita untuk menjadi pemenang atau pecundang.
Jika ingin menjadi pemenang maka harus berjuang. Seorang atlit yang ingin memenangkan sebuah pertandingan, ia akan berjuang dengan giat berlatih mengasah fisik dan mentalnya dan saat pertandingan pun ia akan berjuang mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk mencapai kemenangan.
Begitu juga dalam hidup, harus terus berjuang dengan terus belajar dan berusaha dan meyakini setiap kegagalan adalah proses pembelajaran.
5. Hidup adalah tanggung jawab
Sejatinya hidup adalah pilihan maka apapun pilihannya harus dipertanggungjawabkan. Saat kita memilih berumah tangga maka harus bertanggung jawab akan kewajiban kita terhadap keluarga.
Saat kita menentukan hendak menjadi apa pun maka dengan melakukan yang terbaik itulah tanggung jawab kita. Contoh, memilih menjadi pengusaha maka jadilah pengusaha yang baik, jujur serta memberi manfaat bagi orang-orang di sekitar kita.
6. Hidup adalah terbatas
Tidak ada kehidupan yang abadi, semua ada batasnya. Yang membatasinya adalah pikiran dan waktu.
Apa ukuran sebuah kekayaan?
Ukuran kekayaan itu relatif, Si A merasa dengan memiliki harta satu miliar sudah kaya, tapi menurut Si B itu belum seberapa. Ukuran Si B adalah 10 miliar baru dianggap kata. Yang membatasi pikiran Si A dan Si B adalah pikiran mereka masing-masing.
Waktu juga yang membatasi kehidupan. Kematian adalah rahasia Allah, kita tidak pernah tahu kapan kematian akan datang. Itulah mengapa kita tidak boleh menunda-nunda untuk berbuat baik. Tidak boleh menyia-nyiakan waktu yang kita miliki karena kapan pun waktu yang ada bisa diambil oleh Sang Pemilik Kehidupan.
Enam pemahaman tentang kecerdasan hidup yang akan merubah cara berpikir kita dalam menjalani kehidupan ini. Temukan tujuan hidup kita terlebih dahulu dan pastikan pilihan hidup kita yang terbaik.
