JAKARTA, Bernas.id — Lembaga Standar Profesi Pasar Modal (LSPPM) menyelenggarakan wisuda 280 Tenaga Ahli Pasar Modal, di Main Hall Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (21/12/2017). Keberadaan para lulusan ini diharapkan membawa Industri Pasar Modal melangkah lebih maju dengan profesional yang kompeten di bidang masing-masing.
Ke-280 lulusan ini untuk pemegang sertifikasi Certified Securities Analyst (CSA), Registered Securities Analyst (RSA), Registered Risk Associate, Certified Risk Professional (CRP) dan Certified Equity Sales (CES), Registered Investment Banker (RIB) dan Certified Investment Banker (CIB). Pada wisuda kali ini, tercatat pemegang profesi CRP sebanyak 182 orang. Kemudian pemegang sertifikasi RSA sebanyak 20 orang dan CSA 14 orang. Satu hal yang membanggakan adalah LSPPM berhasil menambah portofolio profesionalnya dengan meluluskan angkatan pertama CES sebanyak 14 orang, RIB sebanyak 23 orang dan CIB 27 orang.
Menurut Ketua Badan Pelaksana LSPPM, Haryajid Ramelan, standar profesi merupakan wujud kompetensi yang dimiliki para profesional industri, termasuk pasar modal. Dengan profesional yang memiliki standarisasi profesi, kata dia, akan meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia. “Ini bukan hanya pekerjaan rumah bagi industri pasar modal namun bagi seluruh industri yang ada agar daya saing Indonesia meningkat,? ujar Haryajid, di sela acara wisuda kepada Harian Bernas.
Hingga saat ini, jelas Haryajid, LSPPM telah meluluskan lebih dari 600 profesional di bidang pasar modal dan jumlahnya akan terus bertumbuh di masa yang akan datang. Haryajid yang juga selaku ketua Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) menyampaikan bahwa kebutuhan analis di Pasar Modal relatif masih sangat tinggi.
Apalagi kebutuhan tersebut tidak lagi hanya di perusahaan efek maupun perusahaan manajer investasi. Pasalnya, lembaga keuangan, lembaga non-keuangan, serta perusahaan terbuka saat ini juga membutuhkan tenaga tenaga yang mampu mengerjakan pekerjaan dibidang Analisa Perusahaan. “Saat ini lulusan Certified Securities Analyst hampir sebagian bekerja diberbagai perusahaan dilingkungan Industri Jasa Keuangan,” ungkapnya.
Sikap optimistis tersebut muncul karena penyelenggara pelatihan profesi di bidang pasar modal sudah semakin luas dengan terlibatnya beberapa perguruan tinggi pada beberapa propinsi di Indonesia. Belum lama ini Haryajid mengunjungi sejumlah perguruan tinggi untuk menjalin kerjasama. Apresiasi juga terlihat dengan hadirnya perwakilan perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), Asosiasi Profesi Pasar Modal Indonesia (APPMI), dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) pada acara wisuda di Gedung BEI, kemarin.
Sedangkan, Ketua Umum Asosiasi Profesi Pasar Modal Indonesia (APPMI), Abi Hurairah Mochdi, menyatakan para pemegang sertifikasi ini telah melalui proses pelatihan dan ujian yang ketat. ?Mereka adalah para profesional dan calon profesional di industri pasar modal, dan akan membawa industri melangkah lebih maju dengan profesional yang kompeten di bidangnya, ? kata Abi yang juga Ketua Dewan Pengarah LSPPM.
Sebelumnya, Asosiasi Profesi Pasar Modal Indonesia (APPMI) dan Lembaga Standar Profesi Pasar Modal (LSPPM) menyelenggarakan Wisuda kepada 76 Tenaga Ahli Pasar Modal, pada 6 Juli 2017. Mereka yang diwisuda adalah pemegang sertifikasi Certified Securities Analyst (CSA), Registered Securities Analyst (RSA), Registered Risk Associate, Certified Risk Professional (CRP) dan Compliance.
Sementara itu, LSPPM sebagai perpanjangan tangan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) telah menyelenggarakan secara rutin ujian sertifikasi profesi di bidang pasar modal. LSPPM adalah lembaga standarisasi profesi yang menyelenggarakan sertifikasi bagi profesional di industri jasa keuangan khususnya di bidang pasar modal.
Saat ini, menurut Trainer LSPPM Deden Wahyudiyanto, LSPPM menyelenggarakan Uji Sertifikasi bagi Analis Efek, Manajemen Risiko, Kepatuhan, Analis Teknikal, Investment Banking, Manajemen Portfolio dan Equity Sales. Sebagai fasilitator bagi Asosiasi Profesi, LSPPM tidak hanya menyiapkan profesional yang handal sekaligus menambah jumlahnya di Indonesia.