Bernas.id – Pada saat ini kita sering sekali mendengar kata sibuk dari lisan seseorang. Apalagi mobilitas yang serba bisa di tengah-tengah kota metropolitan semakin memperlihatkan semrawutnya lalu lintas di berbagai tempat. Keadaan seperti itu seolah-olah ingin membuktikan bahwa semakin bertambahnya orang yang disibukkan dengan aktivitas kesehariannya.
Tapi setujukah Anda orang yang sibuk adalah orang yang memiliki pekerjaan tetap sebagai pegawai kantor? Benarkah bahwa orang yang notabennya adalah si sibuk terkadang bisa memberikan alasan kesibukannya untuk menomorduakan hal penting lainnya? Sering kali gaya hidup yang individualis melekat pada diri seseorang tanpa disadari. Terlebih jika mulai merasa bahwa hanya dirinyalah yang memiliki tanggung jawab super berat.
Setiap manusia dianugerahi waktu 24 jam dalam sehari. Tidak berkurang sedetik pun. Secara normalnya rata-rata pekerja menghabiskan waktu delapan sampai sepuluh jam setiap harinya di kantor. Berarti masih tersisa sekitar 14 sampai dengan 16 jam. Waktu sekian jam adalah sangat banyak untuk mengagendakan kepentingan lainnya. Pernahkah Anda memiliki rekan yang sangat mudah berkata sibuk, hanya untuk sekadar dimintai bantuan?
Berkata sibuk pada orang tua. Beralasan sibuk pada keluarga. Rasa egois bisa terpupuk secara tidak langsung, jika kita sering kali berucap sibuk pada orang lain. Lebih memprihatinkan jika jawaban sibuk menjadi kebiasaan dalam hidup Anda.
Lantas bagaimanakah sikap orang yang benar-benar sibuk? Apakah ada jeda waktu yang mereka gunakan untuk sekadar berkata sibuk?
Orang sibuk biasanya pintar mengatur waktu. Pandai pula menyusun prioritas dengan baik. Mampu menentukan prioritas yang harus diutamakan dan prioritas yang bisa sejenak ditunda. Sejatinya orang yang sibuk mampu bersikap di hadapan orang lain. Piawai menempatkan posisi dalam keadaan apapun.
Sebagai pekerja entah kepala keluarga dengan kegiatan sampingan pebisnis atau wanita karir dengan peran ibu, tetaplah tidak seharusnya menjadikan kesibukan mereka sebagai alasan. Setiap diri sudah selayaknya memainkan peran terbaik di lingkup keluarga, bahkan di lingkungan masyarakat sekalipun.
Kesibukan yang pantas dikatakan sibuk adalah kesibukan yang tidak menghapus tingkat kepekaan kita terhadap kesulitan sekitar.
Jelas sudah bahwa orang sibuk takkan sempat berkata sibuk.
Andakah orang sibuk itu?
