Bernas.id – Ini tentang jalinan dua orang yang diam-diam saling memendam rasa satu sama lain. Jika laki-laki selalu mengandalkan logika, maka wanita selalu membawa hati pada tiap jengkal langkah kakinya. Sedikit-sedikit berusaha menahan rasa. Wanita terkadang hanyut pada jalan yang lebih sering sengaja dibatasi. Alih-alih menyimpan kekaguman pada seseorang, wanita mampu membungkam lisannya sendiri. Lalu bagaimana cara mendefinisikan makna diam seorang wanita? Rahasia hati, penolakan atau jangan-jangan permainan yang sengaja dibuat-buat?
Wajar saja jika seseorang menyukai orang yang didamba. Seanggun mungkin wanita akan bersikap normal apa adanya. Kepribadian wanita memang rumit. Tercipta dengan pola pikir yang terbilang tidak sederhana. Walau begitu wanita yang baik tak pernah ingkar soal rasa. Dia memendam namun bukan berarti berbohong pada dirinya sendiri. Dia menyimpan namun tak pernah bermaksud menyakiti yang lain.
Sehebat apapun wanita di hadapan para lelaki, mereka tetap lemah pada sebuah perjuangan. Wanita mana pun pasti akan luluh jika diperjuangkan. Tapi lagi-lagi ini bukan perkara memperjuangkan mati-matian, dengan cara bertahan pada hubungan yang tidak jelas melainkan menunjukkan tujuan yang baik dan visi yang mantap.
Diam yang cantik dan kepintaran mengulas kata adalah rahasia wanita. Banyak lelaki yang salah kaprah dengan memberikan asumsi buruk pada si wanita gara-gara diamnya. Senyum dan kecewanya wanita jelas berbeda dengan rawut wajah lelaki. Wanita mampu lebih piawai menjaga kerisauan sekaligus menyembunyikan segala tanya.
Setiap wanita memiliki caranya masing-masing untuk mendekap rahasia hatinya. Karakter wanita tomboi dan feminim jelas tak sama. Tak menutup kemungkinan kemampuan menutup lisannya pun juga berbeda. Ada wanita yang saat tiba-tiba tumbuh dengan perubahan rasa maka lebih memilih diam, lalu menghindar jauh menambah jarak. Ada pula yang lebih memutuskan tetap diam namun secara tak sadar terlibat saling pandang sesekali.
Hai lelaki, yang sedang dibuai asmara pada seorang wanita idaman, pandai-pandailah membaca situasi. Jika wanitamu diam sinis bukan kepalang, maka tetaplah berpikir positif padanya. Bisa jadi dia perlu pembuktian yang lebih. Wanita yang patut bersanding denganmu adalah wanita yang tak banyak macam tingkahnya.
Jangan sibuk bertanya, karena wanita hanya hebat dalam diam bukan merealisasikan rasa lewat kata dan sikap. Tapi percayalah dalam diamnya wanita ada rasa tulus tak terkira.
