Bernas.id – Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan yang berisi tujuan, isi, bahan, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelengaraan untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu demikian berdasarkan UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan pembelajaran yang membelajarkan peserta didik. Karena saat ini terutama dalam kurikulum 2013, hendaknya pembelajaran berpusat kepada peserta didik. Pembelajaran tersebut adalah pembelajaran autentik atau scientific. Untuk membelajarkan peserta didik dibutuhkan pendidik yang memenuhi syarat di antaranya (menurut Kemendikbud 2013) adalah:
1. Mengetahui bagaimana mendesain pembelajaran
Pendidik hendaknya mampu mendesain pembelajarannya sendiri untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Pendidik hendaknya jangan hanya sekedar copy paste dari pembelajaran orang lain. Karena jika pendidik dapat mendesain pembelajarannya sendiri, maka hasilnya pun akan tercapai maksimal karena pembelajarannya disesuaikan dengan karakteristik peserta didiknya. Desain pembelajaran yang diterapkan di suatu sekolah tentu akan berbeda dengan sekolah lain.
2. Mengetahui cara membimbing peserta didik
Pendidik saat ini bukan hanya sebagai pusat pembelajar, namun lebih kepada fasilitator dalam pembelajaran. Pendidik dalam hal ini berfungsi mengarahkan peserta didik untuk menggali potensi dirinya. Dalam hal ini pendidik mempersiapkan suatu strategi mengajar dengan cara scientific. Pembelajaran mulai disajikan agar peserta didik dapat mengamati dengan cara melihat atau mendengar atau meneliti materi pembelajaran sehingga peserta didik aktif dalam hal tersebut. Sebagai contoh disajikan tayangan video tentang wudu, maka peserta didik diarahkan untuk menyaksikannya tayangan tersebut. Sehingga mereka dapat meneliti cara berwudu yang benar.
Setelah menyaksikan tayangan video tersebut pendidik diarahkan untuk menanyakan apa yang belum jelas atau perlu penjelasan lebih lanjut. Setelah dirasa peserta didik memahamainya, maka bisa dilanjutkan dengan mempraktikannya secara langsung. Bisa dilakukan secara individu atau berkelompok. Tapi alangkah baiknya jika satu persatu kemudian peserta didik yang lain mengamati temannya secara berpasangan. Setelah mengamati temannya tentu dia akan mempunyai penilaian baru tentang temannya dan tentu ini akan sangat bermanfaat bagi yang lain, sehingga dia dapat belajar dari temannya dan menilai dirinya apakah praktik wudunya sudah benar atau belum.
3. Menjadi pengasuh proses pembelajaran
Artinya dalam hal ini Pendidik sebagai teman dalam proses pembelajaran. Ini karena sebaiknya pembelajaran yang bermakna adalah peserta didik sendiri yang menentukan apa tujuan dari proses pembelajaran. Selama ini mereka hanya mengikuti apa yang menjadi tujuan pembelajaran yang sudah pendidik terapkan. Hendaknya sekarang beralih dengan membelajarkan peserta didik sesuai tujuan yang mereka sepakati bersama.
4. Menjadi kreatif dengan menimba ilmu dari luar
Di sini hendaknya pendidik dapat mengati apa pun yang ada disekitarnya.
Demikian semoga bermanfaat dan menginspirasi.
