Bernas.id – ?Aku enggak suka dengan si Fulan, dia pernah berbicara kasar padaku!?
?Fulan itu sukanya nyontek, tapi kenapa dia selalu jadi juara kelas? Menyebalkan?
?Aku enggak akan memaafkan dia!?
Pernah dengar kalimat seperti di atas? Atau kita sendiri pernah membenci orang-orang di sekitar kita. Kita merasa sebal dengan kelakuan si Fulan yang kasar kepada orang-orang di sekitarnya.
Dear, sadarlah bahwa membenci itu adalah penyakit hati. Penyakit yang jika tidak disembuhkan akan menjadi sumber dari penyakit fisik yang bisa mematikan. Membenci adalah ibarat sampah yang dibuang oleh orang lain dan sengaja disimpan dalam hati kita.
Memang tidak mudah memaafkan orang yang telah berbuat tidak baik kepada kita. Tidak mudah melihat orang yang semena-mena dalam lingkungan dengan hati yang damai. Tapi, coba deh untuk ikuti petunjuk di bawah ini agar bisa hilang rasa bencinya:
- Mengingat kebaikan orang. Sejelek-jeleknya orang, pasti ada kebaikan yang bisa kita ambil. Jadi ketika ada orang yang berlaku kasar kepada kita, diam dan tarik nafas. Ucapkan istighfar sehingga hati menjadi nyaman. Setelah nyaman terima segala perbuatan kasar itu kemudian katakan cukup lalu carilah segala kebaikan dari orang yang telah kasar kepada kita.
- Benci seperlunya karena alasan yang benar. Kita membenci bukan karena orangnya, tapi benci karena tidak membenarkan terhadap perilakunya yang tidak sesuai dengan norma masyarakat, hukum dan agama.
- Mendoakan orang yang kita benci. Hati orang yang kita benci juga berada dalam genggaman Allah. Jadi doakan saja agar orang itu bisa terbuka hatinya menjadi lembut bagi semua orang.
- Menanam kebencian itu tidak baik. Benci itu tidak ada manfaatnya. Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasalam dan para sahabat saja bahkan mendoakan kebaikan bagi orang yang telah berbuat jahat kepada mereka. Patutkah kita membenci?
- Membenci itu membuat dunia menjadi sempit. Kala kita membenci, maka yang diingat adalah kejelekan dari orang yang kita benci, akibatnya pikiran menjadi tidak tenang sehingga jiwa menjadi sempit.
Lupakan kebencian dengan hal-hal yang positif sehingga hati menjadi damai. Bukankah banya teman lebih baik daripada banyak musuh?
