Bernas.id- Pada era sekarang ini, kemajuan teknologi berkembang semakin pesat utamanya dalam teknologi informasi dan komunikasi. Seperti yang kita ketahui, banyak hal-hal yang bergeser mengikuti kecanggihan zaman. Namun tanpa disadari, hal tersebut dapat menimbulkan dampak negatif baik secara langsung maupun tidak langsung. Misalnya kecanggihan teknologi dapat mengubah kebiasaan orang menulis surat menjadi SMS (Short Message Service) atau chatting. Contoh lainnya, saat mengerjakan tugas dianjurkan dengan tulisan tangan, sedangkan sekarang ini kita lebih sering mengetik dengan komputer atau laptop. Hal ini secara tidak langsung memberikan dampak negatif, orang akan malas untuk menulis di atas kertas.
Baca juga: 51 Jenis Font Keren untuk Desain dan Menulis Buku 2021
Bisa dilihat orang tua atau guru kita memiliki tulisan tangan yang rapi, sedangkan anak zaman sekarang kebanyakan tulisannya kurang rapi. Bahkan ada juga yang sulit dibaca. Dengan hal tersebut kita sebagai tenaga pendidik selain memberikan pelajaran juga perlu memberikan beberapa kegiatan untuk melatih siswa agar tidak malas menulis. Kegiatan yang dapat kita terapkan antara lain :
1. Berikan siswa kesempatan untuk berpendapat dalam bentuk tulisan
Mengungkapkan pendapat dalam bentuk tulisan dapat melatih keterampilan menulis. Selain itu, juga dapat melatih siswa untuk berpikir kritis terhadap suatu hal. Berikan ketentuan minimal berapa kalimat dalam berpendapat. Dengan seperti itu, mereka dapat menulis dan mengungkapkan apa yang mereka pikirkan.
Baca juga: Tinjauan Pustaka: Pengertian, Manfaat, Cara Membuat, dan Contohnya
2. Meringkas materi dengan cara menulis hal-hal yang penting
Materi pelajaran biasanya disajikan dalam bentuk tulisan-tulisan dengan penjelasan panjang lebar. Membaca materi dari awal sampai akhir terkadang sulit dipahami dan akhirnya lupa karena terlalu banyak meteri yang disajikan. Menulis ulang atau meringkas materi dapat membuat belajar lebih efektif. Mereka dapat menemukan pokok-pokok dari materi tersebut. Dengan menulis kembali, otomatis mereka membaca berulang-ulang materi terlebih dahulu baru mereka dapat menemukan mana yang perlu ditulis. Siswa akan mempunyai catatan sendiri untuk dipelajari lagi dirumah, sehingga materi yang awalnya terlalu banyak akan mudah diingat oleh siswa.
Baca juga: Bagaimana Cara Membuat Teks Persuasif Sesuai Jenis dan Strukturnya?
3. Biasakan menulis dengan rapi dan jelas
Sebagai tenaga pendidik sangat perlu memberi contoh tulisan yang rapi dan jelas saat kita menuliskan materi di papan tulis. Menulis rapi dan jelas tentu akan membuat tulisan mudah dibaca. Siswa juga perlu diingatkan untuk tetap memperhatikan EYD (Ejaan yang disempurnakan). Huruf kapital dan jangan sampai ada singkatan seperti yang kita lakukan saat SMS atau chatting.
Nah, beberapa kegiatan di atas dapat kita diterapkan dalam semua mata pelajaran. Khusus untuk SD/MI kelas rendah (1, 2 dan 3), kegiatan tersebut dapat lebih disederhanakan. Perlu diingat, selain menulis juga perlu diimbangi dengan keterampilan yang lain. Diharapkan beberapa kegiatan tersebut dapat mengurangi dampak negatif siswa zaman sekarang yang malas menulis. Tentunya, lakukan kegiatan tersebut dengan menyenangkan agar siswa tertarik lagi untuk menulis. Akan lebih bermanfaat lagi, apalagi kita bisa mendorong siswa untuk bisa menghasilkan suatu karya seperti cerpen atau puisi. Selamat mencoba!!
Baca juga: Teks Eksplanasi Adalah Kalimat Penjelasan, Benarkah? Ini Pengertian dan Ciri-cirinya!
