Bernas.id – Pada zaman sekarang ini, telepon genggam adalah hal yang sudah lumrah kita miliki. Kecanggihan teknologi memungkinkan kita melakukan aneka pekerjaan sehari hari dengan lebih mudah dengan bantuan telepon genggam. Namun, pernahkah terlintas di pikiran Anda tentang sosok di balik telepon genggam? Siapakah si jenius yang pertama kali menemukan teknologi itu?
Baca juga: Apa Itu Jurusan Sistem Informasi? Inilah Mata Kuliah dan Prospek Kerjanya
Orang yang berjasa itu adalah Martin Marty Cooper. Ia menjabat sebagai pemimpin tim insinyur di Motorola, ketika merancang telepon genggam. Saat itu sebenarnya sudah ada telepon untuk digunakan di dalam mobil. Namun, telepon genggam yang dirancang Cooper akan berbeda dengan telepon mobil.
Lahir di Illinois, Chicago pada 26 Desember 1928, Martin dibesarkan dalam suasana resesi ekonomi. Orang tuanya adalah imigran dari Ukraina. Sebelum malang melintang di dunia teknologi komunikasi, Martin sempat menjajal dunia militer. Ia pernah bergabung dengan Reverse Officers Training Corps Angkatan Laut Amerika Serikat. Tugasnya di kapal perusak selama Perang Korea. Ia juga sempat bertugas di sebuah kapal selam yang bermarkas di Hawaii.
Setelah perang usai, Cooper meninggalkan Angkatan Laut dan mulai masuk ke dunia teknologi komunikasi. Ia bekerja di Teletype, anak perusahaan Western Electric. Pada tahun 1954, ia pindah ke Motorola. Ia bekerja sambil melanjutkan kuliah hingga meraih gelar master di bidang rekayasa elektronika Illinois Institute of Technology.
Pada 1970-an, Cooper ditugasi bekerja di divisi telepon mobil. Saat itulah Cooper membayangkan sebuah alat komunikasi portabel yang bisa dibawa ke mana saja dan tidak terpaku pada mobil. Alat komunikasi yang dibayangkan Cooper itulah yang kelak disebut telepon genggam. Gagasan telepon genggam saat itu juga didorong oleh kekhawatiran bahwa Motorola akan tertinggal dari rival terbesarnya, AT&T, sehingga inovasi mau tak mau harus dilakukan.
Baca juga: 5 Universitas Jurusan Sistem Informasi Terbaik di Indonesia
Terinspirasi Star Trek
Adalah Star Trek yang disebut-sebut menginspirasi Cooper dalam merancang purwarupa telepon genggam pertamanya. Pasalnya, serial yang tayang di Amerika Serikat sejak tahun 1966 itu memperlihatkan seorang tokoh bernama Kapten Kirk yang berkomunikasi dengan timnya menggunakan alat komunikasi portabel serupa telepon genggam.
Cooper berhasil menyelesaikan purwarupa telepon genggam pertamanya pada tahun 1973. Telepon genggam itu berwujud balok sebesar batu bata seberat satu kilogram. Untuk memperkenalkan telepon genggam ciptaannya, Cooper pun mengadakan sebuah konferensi pers di New York pada awal April 1973. Dalam kesempatan itulah, ia melakukan panggilan pertamanya dengan telepon genggam. Saat itu, ia menelepon koleganya, Joel Engel, yang bekerja sebagai kepala riset di perusahaan rival Motorola, AT&T.
Dalam sebuah wawancara dengan CNN pada 2010 lalu, Cooper mengenang panggilan telepon pertamanya itu. “Saya menelepon dan berkata kepadanya, ‘Joel, saya menelpon dengan telepon genggam. Benar-benar telepon genggam, yang praktis dan portabel.’ Saya tidak ingat secara pasti apa jawaban dia. Asumsi saya dia sedang tersenyum lebar,” ungkapnya. Tidak hanya itu, para wartawan yang datang pada konferensi pers itu juga diberi kesempatan menjajal telepon genggam untuk meyakinkan mereka bahwa teknologi tersebut nyata adanya.
Kendati sudah diperkenalkan, teknologi telepon genggam tidak lantas bisa dinikmati publik saat itu juga. Butuh waktu hingga 10 tahun hingga Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat menyetujuinya. Telepon genggam baru bisa diproduksi secara massal pada tahun 1983. “Akhirnya kami membuat produk komersialnya. Kami tidak menjualnya sampai Oktober 1983. Saat itu harganya sekitar $3.900. Itu seperti membeli telepon genggam seharga $10.000 saat ini,” kenang Cooper sebagaimana dikutip CNN.
Baca juga: 13 Universitas Jurusan Akuntansi Terbaik Indonesia dan Luar Negeri
