Bernas.id – Setiap orang tua tentunya menginginkan sesuatu yang terbaik buat buah hatinya dan tidak ada satupun orang tua yang membiarkan buah hatinya menerima kegagalan dalam menjalani kehidupan. Tanggung jawab yang besar inilah yang membuat orang tua senantiasa berusaha sekuat tenaga untuk merealisasikan harapan tersebut, dan segera menasehati jika si buah hati melenceng dan tidak sesuai dengan keinginan orang tua.
Menasehati buah hati memang menjadi kewajiban bagi orang tua, saat buah hati sudah berada di rel yang berbeda. Namun kadang atau bahkan sering orang tua kurang memiliki cara yang tepat dalam menasehati buah hati. Hitung-hitung buah hati mendengarkan dan mengikuti nasehat orang tua, justru yang sering terjadi adalah sang buah hati menjadi ngambek dan bersitegang dengan orang tua.
Agar sebuah nasehat menjelma menjadi untaian kata yang indah dan buah hati tidak merasa dinasehati, maka perlu kiranya orang tua mencoba hal-hal berikut ini:
1. Mendongeng
Salah satu cara menyampaikan nasehat tanpa menggurui adalah dengan mendongeng. Dengan mendongeng, selain sudah menjadi suatu tradisi, dongeng juga disukai oleh anak-anak. Cara melakukannya bisa menjelang buah hati tidur atau dengan membaca sebuah buku yang terkait dengan permasalahan yang sedang dihadapi anak.
2. Memutar video atau audio
Saat orang tua ingin menasehati buah hati ?terutama anak remaja? yang biasanya suka membantah dan tidak menurut, orang tua bisa menggunakan fasilitas yang ada, seperti televisi dan handphone untuk menjadi perpanjangan tangan orang tua. Pilihlah materi yang cocok dari ceramah ustaz yang sedang nge-hits. Nasehat akan lebih mengena lagi jika orang tua mengetahui ustaz idola buah hatinya. Selain ceramah, orang tua juga bisa memutar dongeng dan kata-kata motivasi dari para motivator terkenal.Materi-materi ini bisa diperoleh dari Youtobe dan media lainnya.
3. Menempel nasehat di kertas
Selain cara di atas, orang tua juga bisa membuat kata-kata bijak dan ditempelkan di tempat strategis seperti di ruang tamu, ruang keluarga, bahkan di ruang kamar buah hati. Namun, perlu diperhatikan jangan sampai buah hati tersindir dengan tulisan tersebut. Maka caranya adalah mengganti tulisan tersebut secara berkala dan bukan hanya pada waktu ingin menasehati buah hati. Salah satu contoh tulisan yang bisa diterapkan adalah,
?Orang bisa sukses saat Allah meridhainya. Dan Allah akan ridha manakala orang tua ridha kepadanya?.
4. Melibatkan orang ketiga
Kadang buah hati lebih mendengarkan nasehat orang lain daripada orang tuanya sendiri, seperti guru, teman, tetangga, atau siapa saja yang dikagumi oleh buah hati. Mintalah kepada mereka agar mau menasehati buah hati sesuai dengan yang diharapkan. Agar nasehat tersebut bisa lebih berkesan, orang tua bisa menitipkan reward yang akan diberikan kepada buah hati jika dia bisa berubah.
5. Berdoa dengan keras
Setelah melaksanakan shalat, orang tua bisa berdoa dengan suara keras yang bisa didengar oleh anak. Berdoalah dengan serius. Kalau bisa menangislah dalam doa tersebut. Mintalah kepada Allah agar memberi hidayah kepada semua keluarga.
6. Mendudukkan buah hati sebagai penasehat
Lho, kok malah jadi penasehat? Bagaimana caranya?
Perlu diketahui bahwa kebanyakan orang itu tidak mau diberi nasehat. Karena orang yang dinasehati itu biasanya akan merasa berada pada posisi yang salah. Agar buah hati yang ingin dinasehati tidak merasa dalam posisi tersebut, cobalah dengan menjadikan dia sebagai penasehat atau konselor. Caranya adalah orang tua pura-pura bertanya dan minta pendapat dari buah hati. Ceritakanlah sebuah kasus anak teman Anda yang susah diatur dan suka melawan misalnya, lalu mintalah buah hati anda untuk memberikan solusi. Jika buah hati Anda memberikan sebuah solusi, maka tanpa disadari, buah hati Anda sebenarnya sudah menasehati dirinya sendiri. Suatu saat dia akan berfikir sendiri dan akan merubah perilakunya dengan kesadaran tanpa paksaan.
Demikianlah 7 tips agar orang tua bisa menasehati buah hati tanpa merasa menasehatinya. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat!
