Bernas.id – Perkembangan dan pertumbuhan kepribadian seseorang dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Salah satu faktor yang juga penting adalah peran guru sebagai fasilitator pembelajaran. Mereka yang akan membantu mengarahkan siswa untuk memahami pelajaran dan juga sekaligus sebagai salah satu teladan dalam bersikap. Namun, dalam proses pembelajaran, materi-materi yang disampaikan tidak akan serta merta masuk ke otak begitu saja, perlu ada pengkondisian agar diri dan pikiran siswa siap menerima materi.
Oleh karena itu, seorang psikologis pendidikan, Robert M. Gagne dalam bukunya yang berjudul The Conditions of Learning mengemukakan teori tentang langkah-langkah dalam proses pembelajaran yang disebut sebagai Gagne?s 9 Events of Instruction. Dengan menerapkan teori ini, pembelajaran akan lebih mudah diterima dan dipahami oleh siswa.
Apa saja ke sembilan langkah itu? Yuk, kita simak!
1. Mendapatkan perhatian
Sebelum memaparkan materi, guru perlu mendapatkan perhatian dari siswa terlebih dahulu. Buatlah siswa tertarik dengan kita dan materi yang akan dipaparkan. Cara yang dapat dilakukan antara lain dengan ice breaking, mengajukan pertanyaan tentang opini terkait tema yang akan dibahas, menceritakan hal-hal yang mengejutkan terkait materi, menampilkan sebuah video yang berkaitan dengan materi dan berbagai cara lainnya.
2. Memaparkan tujuan pembelajaran
Langkah berikutnya adalah memberitahukan siswa tentang tujuan yang diharapkan tercapai setelah mempelajari materi tersebut. Hal ini akan membantu dan mengarahkan pemikiran siswa tentang apa yang akan mereka lihat, dengar, ataupun lakukan berdasarkan materi. Cara untuk melakukan langkah ini bisa dengan memaparkan silabus atau membuat daftar tentang poin-poin inti yang akan dibahas.
3. Appersepsi
Appersepsi adalah sebuah proses untuk mengingatkan siswa tentang materi yang sebelumnya pernah diajarkan dan membantu siswa untuk mengaitkannya dengan materi yang akan dipelajari saat itu.
4. Menyajikan materi
Langkah 1 sampai 3 dapat juga disebut sebagai pra aktivitas, sedangkan langkah 4 ini adalah intinya. Setelah melakukan langkah 1 sampai 3, barulah guru menerangkan dan memaparkan materi secara detail dan jelas. Untuk memudahkan siswa memahami materi, guru juga dapat melakukan variasi cara penyampaian, misalnya dengan menggunakan video, website, audio, atau memerintahkan siswa membaca.
5. Berikan bimbingan belajar
Guru juga perlu memberikan bimbingan belajar kepada siswa dengan cara memberitahukan strategi untuk belajar. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan contoh atau studi kasus untuk dipecahkan oleh siswa.
6. Praktek
Tujuan dari langkah ke enam ini adalah untuk membantu siswa mengaplikasikan materi yang sudah dipaparkan. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan siswa tugas atau soal-soal yang perlu dijawab. Guru juga bisa membentuk diskusi kelompok agar siswa mampu mencari solusi bersama-sama.
7. Umpan balik (feedback)
Umpan balik atau feedback sangat berguna bagi siswa agar mereka mampu mengukur pemahaman yang sudah didapat. Dengan begitu, siswa akan mengetahui hal-hal yang kurang efektif atau salah dan akhirnya termotivasi untuk melakukan perbaikan.
8. Menilai
Setelah pemaparan materi dan latihan selesai, guru pun perlu memberikan penilain secara objektif pada siswa. Cara yang dapat ditempuh untuk menilai antara lain dengan mengadakan quis langsung selesai pemaparan materi, ujian tengah semester, ujian akhir ataupun tugas-tugas. Hal-hal ini akan membantu siswa kembali mengingat materi yang telah dipaparkan.
9. Tingkatkan penguatan hasil belajar dan aplikasi hasil pembelajaran ke situasi baru
Materi yang dipelajari perlu diperkuat agar ilmu yang didapat bertahan lama di ingatan. Selain itu, tahap ini juga bertujuan untuk membantu siswa menerapkan materi untuk kehidupan sehari-hari atau menggunakan materi pada situasi baru. Langkah yang dapat ditempuh adalah dengan meminta siswa menuliskan rangkuman dan juga kesimpulan dari materi yang telah dipelajari.
Itulah 9 langkah untuk pengondisian siswa dalam proses belajar yang apabila diterapkan oleh guru akan mampu meningkatkan tercapainya tujuan pembelajaran. Setelah membaca ini, semoga para guru dapat mengaplikasikannya di kegiatan belajar mengajar sehari-hari.
