Bernas.id – Ada banyak faktor yang menjadi penentu keberhasilan siswa belajar di kelas, salah satunya adalah konsentrasi belajar siswa. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata konsentrasi berarti pemusatan perhatian atau pikiran pada suatu hal. Siswa yang berkonsentrasi dalam belajar akan lebih fokus, sehingga menjadi lebih optimal menerima materi yang disampaikan guru. Sebaliknya, siswa yang tidak fokus, hasil belajarnya akan minim bahkan nihil.
Sebagai tokoh utama yang memegang peran penting dalam pembelajaran di kelas, guru seharusnya dapat melakukan berbagai tindakan untuk meningkatkan konsentrasi siswa. Lantas apa yang bisa dilakukan guru? Berikut tips dan trik agar siswa tidak gagal fokus di kelas.
1. Menyampaikan Manfaat Belajar
Guru harus menyampaikan manfaat yang bisa diambil atau dirasakan siswa setelah mempelajari materi pelajaran tertentu. Manfaat tersebut bisa dirasakan sekarang atau berguna bagi masa depannya kelak. Penyampaian manfaat belajar ini, akan memicu motivasi pada diri siswa, sehingga siswa akan lebih fokus menerima materi yang diberikan.
2. Menciptakan Suasana Belajar yang Kondusif
Suasana belajar yang nyaman akan mendukung proses pembelajaran secara keseluruhan. Dan, seorang guru dituntut kreatif menciptakan kondisi belajar yang membuat siswanya betah. semisal cara mendesain tempat duduk, membuat display kelas yang menarik. Selain itu, yang terpenting guru hendaknya menampilkan sikap-sikap yang positif. Sikap guru yang sopan, ramah, sabar, semangat, akrab dan penuh kasih sayang adalah poin utama menciptakan suasana belajar yang kondusif.
3. Belajar Aktif dan Menyenangkan
Kelas itu bukan kuburan. Suasana kelas yang hening bukan patokan kalau siswanya belajar dengan penuh konsentrasi. Justru sebaliknya, agar siswa lebih fokus belajar maka siswa harus aktif terlibat dalam pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran yang tepat dan beragam dapat menghindarkan siswa dari kebosanan yang menyakitkan. Selain itu penggunaan alat peraga yang sesuai dan keterampilan guru menggunakannya pun menjadi poin penting. Coba saja bayangkan ketika guru sudah ada di muka kelas, dan malah kebingungan cara menggunakan alat peraga. Siswanya malah jadi gagal fokus, kan?
4. Suara Keras
Nah, hal ini juga tidak boleh diabaikan. Suara keras dan lantang itu bukan berarti marah-marah atau membentak. Namun, suara guru harus terdengar jelas oleh seisi kelas yang mungkin berjumlah lebih dari 20 orang. Bagaimana siswa bisa konsentrasi jika suara guru terdengar samar-samar bahkan tidak terdengar. Hal tersebut bisa membuat siswa bingung dan akhirnya sibuk bertanya-tanya di antara mereka.
5. Ice Breaking
Ice Breaking adalah kegiatan untuk mencairkan suasana ketika siswa mulai terlihat bosan atau jenuh. Kegiatan ini dapat menyegarkan dan mengembalikan daya konsentrasi siswa. Selain itu, ice breaking yang biasanya berisi permainan yang menyenangkan bisa meningkatkan antusiasme dan motivasi siswa dalam belajar. Misalnya bermain tebak kata, gerak dan lagu, yel-yel, tepuk tangan atau senam otak yang bisa dilakukan siswa di tempat duduk masing-masing. Selain bermanfaat bagi siswa, ice breaking juga menjadi trik ampuh untuk me-refresh semangat guru. Sehingga siswa dan guru jadi lebih rileks dan fokus, kan?
Demikianlah penjelasan singkat cara meningkatkan konsentrasi belajar siswa. Guru sebagai fasilitator, inspirator sekaligus motivator harus bisa mendorong siswa belajar lebih bermakna dan menyajikan pembelajaran yang menyenangkan dan penuh kekeluargaan secara konsisten dan kontinyu. Jadi. wahai para guru selamat berjuang membentuk generasi emas untuk masa depan Indonesia yang lebih baik. Aamiin.
