Bernas.id – Sudah Siapkah Anda Menikah? Pertanyaan itu tentunya sensitif bagi para “jomblower”. Pertanyaan ini seharusnya bisa diterima secara positif sebagai evaluasi dan cerminan diri, namun tak sedikit pula yang menafsirkannya sebagai pertanyaan menantang yang harus segera dijawab meski tanpa persiapan matang. Siapa sih yang tidak ingin menikah? Mengacu pada standar normatif agama samawi di dunia ini, kita menemukan adanya anjuran untuk menikah. Bahkan, agama melegitimasi pernikahan sebagai satu-satunya jalan sah untuk terealisasinya hubungan antara dua insan yang saling mencintai dalam rangka memenuhi tujuan universalnya yaitu melestarikan jenis manusia di jagad ini.
Pada saat yang sama pernikahan pun diharapkan mampu mewujudkan ketenangan hidup karena tersalurkannya naluri berkasih sayang secara benar dan normal. Lalu bagaimana memastikan bahwa diri anda memang sudah benar-benar siap untuk menikah, berikut ini beberapa pertanda jika anda sudah siap menikah:
1. Gelisah setiap kali bertemu lawan jenis yang memikat hati. Ini satu pertanda bahwa anda memang harus segera melabuhkan hati pada seseorang. Mengikat hubungan sehingga mewujudkan keterangan di dalam kehidupan anda. Adanya ketertarikan kepada lawan jenis akan menumbuhkan kasih sayang, dan kesiapan berkorban bagi orang yang disayangi. Apalagi agama memang mengecam perzinahan.
2. Mampu menafkahi diri sendiri dan orang lain (bagi laki-laki). Kemampuan ini tentunya dibuktikan dengan kenyataan bahwa anda memang sudah mandiri secara finansial. Setidaknya anda sudah berpotensi untuk menentukan jalan hidup sendiri, hal ini penting bagi kepemimpinan anda kelak dalam bahtera rumah tangga.
3. Mampu dan siap melaksanakan tanggung jawab. Kita bisa mengukurnya dengan melihat sejauh mana kemauan dan kemampuan anda selama masih sendiri. Jika bagi laki -laki tanggung jawab memimpin dan menafkahi, maka bagi perempuan tanggung jawab untuk menjadi pengelola rumah tangga termasuk di dalamnya kemampuan mengatur keuangan, dan pengasuhan anak.
4. Mau belajar dan bekerjasama. Kemauan untuk belajar dengan menambah wawasan dan pengalaman dalam menjalani rumah tangga sangat diperlukan. Anda yang terlalu percaya diri harus belajar untuk bercermin pada orang terdekat anda, saling memberi dan menerima masukan untuk kebaikan bersama. Menjalani bahtera rumah tangga tidak hanya mengenai cinta mencintai pasangan melainkan juga saling mengisi dan melengkapi demi cita-cita bersama dalam bingkai sakinah, mawaddah wa rahmah.
Empat hal di atas hanyalah sebagian kecil indikator yang bisa digunakan untuk mengukur kesiapan anda yang belum menikah.
