Bernas.id – Bagi kamu yang sampai saat ini masih berpikir dan menunda-nunda mengenakan jilbab. Mungkin karena takut tidak bisa di terima dipekerjaan yang diinginkan, sepertinya kamu belum pernah mendengar kisah perjuangan Ayesha Farooq dalam mewujudkan mimpinya.
Wanita cantik berdarah Pakistan ini sukses membuktikan bahwa jilbab tidak menghalangi langkahnya untuk menjadi wanita pertama yang bertugas sebagai pilot pesawat tempur di Pakistan. Padahal pilot adalah hal yang identik dilakukan oleh laki-laki, tapi Farooq berhasil melakukannya.
Mendengar kata pesawat tempur, mungkin pikiran kita langsung tertuju ke hal-hal tentang pertempuran yang berbahaya. Pastinya pekerjaan ini sangat tidak cocok untuk wanita, apalagi wanita berhijab. Tapi hal ini tidak berlaku bagi Ayesha Farooq, wanita berhijab yang satu ini justru memiliki cita-cita untuk bergabung menjadi anggota AU di Pakistan.
Meski sempat ditentang oleh keluarga, ia tetap kukuh pada mimpinya. Bekerja sebagai pilot pesawat tempur sangatlah berbahaya, apalagi bagi seoarang wanita. Namun, ia percaya pada apa yang ia cita-citakan. Dan menampik semua tentangan tersebut.
Semua kesulitan dan tantangan yang ia alami tidak cukup kuat untuk menyiutkan nyalinya dalam mengejar impiannya. Sampai pada akhirnya ia dinyatakan lolos semua tes untuk menjadi pilot pesawat tempur wanita pertama Pakistan. Ia berhasil mewujudkan mimpinya sekaligus mematahkan streotip masyarakat tentang wanita dan jilbab.
Jilbab yang sering dijadikan alasan sebagai penghambat wanita untuk mendapatkan pekerjaan. Buktinya, tidak menghalangi langkah Ayesha Faroq. Ia tetap bisa diterima di pekerjaan yang ia idam-idamkan sejak dulu. Jadi para wanita, jangan jadikan jilbab alasan untuk kamu tidak menggunakannya dikarenakan pekerjaan. Sebab jilbab itu bukan pilihan, tapi sebuah kewajiban.
Tentu wanita asal Bahawalpur ini layak berbangga, sebab prestasi yang ia dapatkan tersebut bukanlah suatu hal mudah yang harus dicapainya. Apalagi saingannya adalah para laki-laki yang kekuatannya jauh lebih hebat daripada dirinya. Tapi itu bukan masalah baginya.
Alasan terkuat, yang membuat wanita kelahiran 24 Agustus 1987 tersebut, untuk menjadi pilot pesawat tempur adalah karena teroris dan lokasi geografis yang sangat penting bagi seorang wanita untuk menjadi mandiri. Sebab di negaranya, memang sering terjadi konflik dan anak-anak perempuan masih diperlakukan tidak adil. Seperti dilarang untuk mendapatkan hak pendidikan. Padahal hak mendapat pendidikan adalah hal wajib yang didapatkan oleh setiap anak di dunia.
Karena tinggal di wilayah konflik, ia sempat belajar teknik melindungi diri, untuk melindungi Ibu dan Adik perempuannya. Di usia yang masih terbilang belia, ayahnya yang berprofesi sebagai dokter, meninggal dunia. Hal ini mendorongnya untuk bekerja lebih keras, karena sebagai anak pertama, ia memiliki tanggung jawab besar untuk bisa melindungi keluarga kecilnya.
Itulah sedikit kisah inspiratif dari Ayeshaa Faroq, wanita cantik yang berhasil menjadi pilot berhijab pertama di Pakistan. Berkat kegigihannya dalam mengejar impian dan mewujudkan cita-citanya kini banyak wanita yang terinspirasi dari kisah hidupnya.
Semoga kita semua bisa mengikuti jejaknya dan tidak lagi menjadikan jilbab sebagai alasan untuk menunda-nunda menggunakannya. Jadikanlah jilbab sebagai motivasi terkuat kita untuk mewujudkan cita-cita kita. dan torehkanlah sejarah dengan prestasi-prestasi kita. Jangan batasi dirimu ya wanita, kita semua bisa mewujudkan cita-cita kita. Semangat!
“Aku akan berjuang dan bertempur. Aku ingin membuktikan pada diriku sendiri, bahwa aku bisa melakukan sesuatu untuk negeriku” ?Ayesha Farooq
