JAKARTA, Bernas.id-Salah satu klub futsal raksasa di Jepang, Badral Urayasu tertarik merekrut dua pemain Indonesia asal klub Vamos FC Mataram, yaitu Alfajri Zikri dan Tricahyono Ramadhan.
Namun tujuan perekrutan itu bersifat pelatihan, dimana Badral Urayasu akan memberikan kesempatan kepada kedua pemain untuk melakukan latihan bersama dengan klub selama dua minggu ke depan sejak 12-25 Desember mendatang.
Menurut Perwakilan Badral Urayasu di Indonesia, Muhammad Surya mengaku bahwa pihak klub sangat tertarik membantu perkembangan pemian futsal di Indonesia, yang memiliki potensi yang sangat bagus.
?Klub sangat memperhatikan perkembangan futsal Indonesai, klub sangat ingin membantu pemain futsal Indonesia yang memang memilki kualitas sangat baik, untuk itulah Badral Urayasu sangat ingin menawarkan kerjasama ini,? tutur Surya kepada Bernas.id di Jakarta, Jumat (8/12).
Nantinya Badral Urayasu akan menanggung semua fasilitas kedua pemain, baik tiket penerbangan PP Jakarta-Jepang serta selama mengikuti latihan di Jepang nanti.
Alfajri sendiri mendapat kesempatan berlatih di Jepang karena pelatih Badral Urayasu, Kensuke Takahashi melihat potensi Alfajri saat memberikan pelatihan di Vamons FC Mataram pada akhir 2016 lalu. Sedangkan Tricahyono diajukan namanya berkat rekomendasi dari Sekjen Federasi Futsal Indonesia (FFI), Edhi Prasetyo.
?Kami ucapkan terima kasih atas kerjasamanya kepada manajemen klub dan pelatih yang telah mengizinkan untuk pemainnya mengikuti pelatihan di Jepang menjelang dimulainya seri pertandingan futsal bulan depan. Potensi futsal di Indonesia menjadi daya tarik Badral Urayasu memilih 2 pemain muda berbakat, harapan kami kedua pemain ini bisa membuktikan kemampuannya,? kata Direktur Regional Asia Badral Urayasu, Masaharu Hasegawa.
Hasegawa menilai bahwa kondisi fisik dan teknik Indonesia jauh lebih bagus dan dapat dikembangkan, dan hal inilah yang tidak dimiliki pemain Jepang pada umumnya.
?Pemain futsal Indonesia punya kelebihan yang luar basa, kami sangat tertarik untuk mengembangkan potensi ini, namun nantinya selama di Jepang keduanya tidak bisa ikut bertanding karena bukan bagian resmi dari klub ini,? tegas Hasegawa.
