Bernas.id – Apakah Anda sering merasa menekan anak di rumah? Kalau anak pergi, harus diantar jemput padahal sudah bukan anak kecil lagi? Sementara yang akan anak lakukan harus minta izin ayah ibunya? Kerap kali orang tua tidak mengizinkan dan membuat sang anak kecewa. Lebih parahnya lagi orang tua hanya menekankan kata ?Tidak? tanpa harus memberikan alasan yang jelas. Orang tua yang overprotektif cenderung parno dengan apa yang dilakukan sang anak. Alhasil, merasa tidak punya kebebasan untuk bersenang-senang dengan sahabat atau teman-teman lainnya.
Apakah orang tua yang overprotektif dan otoriter bikin anak jadi pribadi tertutup dan gampang menyerah? Berikut dampak negatif orang tua yang overprotektif terhadap anak. Simak yuk!
1. Anak akan kehilangan kebebasan
Dampak negatif pertama jikalau anak terlalu dikekang adalah anak akan kehilangan kebebasannya. Padahal kebebasan adalah kebutuhan bagi setiap orang termasuk anak-anak. Bahkan di saat mereka dikekang atau diatur-atur, justru malah akan membuat mereka tidak nyaman di dalam rumahnya sendiri. Selain itu, perasaan jenuh juga akan muncul pada diri anak, sehingga bukannya menjadikan lebih baik justru memunculkan masalah baru dalam diri anak.
2. Anak tidak bisa memkasimalkan kemampuan yang ada dalam dirinya
Salah satu cara anak bisa mengetahui dan memaksimalkan bakat dan minat dalam diri anak adalah dengan membiarkan anak untuk mengeksplorasikan kemampuannya. Yaitu dengan jalan berbagai hal sampai anak bisa menemukan kemampuan yang dominan pada dirinya.
3. Kaku dalam bersosialisasi
Salah satu bentuk sikap overprotektif orang tua kepada anak dalah terlalu membatasi ruang bergaul, teman dan waktu bersoalisasi anak. Intensitas berinteraksi dengan teman atau anggota masyarakat kurang membuat anak menjadi kaku dalam bersosialisasi.
4. Anak bisa menjadi pribadi yang individualis.
Dampak negatif dari overprotektif orang tua pada anak adalah anak akan lebih banyak menghabiskan waktu sendiri dan bisa memunculkan sikap individualisme pada diri anak. Sikap individualis anak bisa jadi membuat sosok yang tidak peka dengan keadaan sosial. Dan yang paling buruk adalah ikatan batin antara anak dan orang tua semakin longgar. Sikap individualis juga akan menjadi cikal bakal munculnya sikap egois dalam diri anak.
5. Anak merasa tidak pernah menjadi dirinya sendiri yang sebenarnya.
Tidak diberikan ruang untuk berekspresi, akan membuat anak tidak bisa menjadi sdirinya sendiri. Aturan yang ketat malah membuatnya harus lebih mengalah dan mengikuti aturan yang berlaku. Alhasil, anak akan bertumbuh tidak dengan potensi yang baik.
Jadi, bagaimana sebaiknya orang tua memperlakukan anak dengan bijak? Sehingga anak tidak merasa tertekan, walaupun ada aturan-aturan tertentu yang tetap bagi anak? Anda yang pilih sekarang!
