Bernas.id – Allah menciptakan manusia dan alam semesta beserta hukum yang mengatur keduanya. Alam memiliki hukumnya tersendiri yang ternyata sangat bersinggungan dengan manusia. Karena sejatinya manusia diciptakan oleh Allah selain untuk mengabdi kepada-Nya juga untuk menjaga alam semesta.
Ada beberapa hukum alam yang dapat diterapkan dalam kehidupan manusia, yakni:
1. Hukum Gravitasi
Segala sesuatu yang memiliki berat pasti akan jatuh ke bawah. Air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah karena adanya gravitasi. Manusia bisa berjalan dan berlari di muka bumi karena gravitasi.
Begitu juga dalam kehidupan, saat manusia melekat dengan kebendaan atau duniawi dan mulai memberatinya, pasti akan jatuh. Popularitas, kekuasaan dan kekayaan adalah amanah dari Allah, namun saat ketiga hal tersebut menguasai diri manusia dan mempertuhankannya, akhirnya akan memberati hidupnya yang pastinya akan membuatnya jatuh.
Contoh para pejabat yang melakukan korupsi, hidupnya jatuh berakhir di sel penjara karena harta dan kekuasaan telah melekat dalam hidupnya dan memberatinya. Atau artis yang rela melakukan apa saja demi popularitas. Kepopulerannya hanya sesaat, setelah itu ia akan terjatuh dalam kubangan kenistaan.
2. Hukum Sebab Akibat
Ada banjir karena ada hujan. Tapi tidak mungkin terjadi banjir kalau manusia tidak merusak alam. Jadi, penyebab banjir bukanlah hujan, melainkan kerusakan alam yang dibuat oleh manusia. Akibat banjir adalah kerugian bagi manusia itu sendiri, baik secara kehilangan jiwa juga material.
Begitu pula kebakaran hutan, bukan api penyebabnya melainkan manusia yang dengan sengaja menyalakan api yang membakar pohon-pohon. Akibatnya asap yang menutupi langit dan menyebabkan penyakit pernapasan bagi manusia.
Bukan Allah yang menyebabkan manusia menjadi kaya atau miskin melainkan manusia itu sendiri. Jika manusia mau mengenal karakter uang, pasti ia dapat membuat dirinya kaya raya.
3. Hukum Tabur Tuai
Apa yang ditanam itulah yang akan dipanen. Jika kita menanam bibit jagung maka kita akan memanen jagung.
Dalam hukum sebab akibat, apa yang kita kerjakan, akibatnya tidak hanya pada diri kita saja tapi juga dirasakan orang lain. Hukum tabur tuai, kita yang tanam maka kita juga yang akan merasakan hasilnya.
Jika kita menanam kebaikan maka kebaikan akan datang kepada kita. Sebaliknya, jika keburukan yang kita tanam maka kita akan menuai keburukan pula.
4. Hukum Tarik Menarik
Positif akan menarik positif, negatif akan menarik negatif. Orang baik akan bertemankan orang baik, begitu pula orang yang tidak baik akan berteman dengan orang yang tidak baik juga.
Tidak hanya itu saja, kita pun dapat menarik apa saja yang kita inginkan di alam semesta. Contoh ingin menunaikan ibadah Haji ke Tanah Suci Mekah tapi tidak punya biayanya. Caranya kita niatkan dalam hati kalau perlu ditulis dan dilihat setiap hari, lalu divisualkan dalam pikiran seolah-olah kita sedang menunaikan ibadah Haji. Lakukan itu terus menerus dan lepaskan niat dan gambaran itu ke alam semesta dalam bentuk doa kepada Allah maka Dia akan memberikan jalan kepada kita untuk merealisasikannya melalui alam semesta.
5. Hukum Bilangan Nol
Nol adalah bilangan kosong, ada tapi tiada.
Manusia lahir ke muka bumi tidak membawa apa-apa alias nol tapi sebenarnya tidak benar-benar kosong melainkan ia membawa harapan dan doa bagi orang tuanya. Manusia meninggal tidak membawa apa-apa alias nol tapi tidak benar-benar kosong melainkan ia membawa amal ibadahnya selama hidup.
Manusia semakin kaya malah merasa semakin tidak punya apa-apa alias nol, sehingga terus bekerja keras mengumpulkan harta sehingga melupakan ibadah. Manusia semakin tinggi ilmunya maka ia semakin merasa bodoh dan tidak tahu apa-apa sehingga terus mencari ilmu untuk memuaskan rasa keingintahuannya.
Manusia semakin banyak melakukan ibadah dan mempelajari ilmunya Allah maka ia semakin merasa belum melakukan apa-apa, karena yang ia lakukan tidak sebanding dengan nikmat yang Allah berikan. Wajar jika Rasulullah SAW yang sudah dijamin surga saja, melakukan salat malam hingga berjam-jam dan berurai air mata menyesali dosa-dosanya.
Bagaimana dengan kita yang tidak dijamin masuk surga dan melakukan banyak dosa?
