Bernas.id – Menulis memberikan manfaat bagi orang-orang yang membaca tulisan kita. Khususnya bagi ibu rumah tangga, berkarir di dunia kepenulisan sangatlah menjanjikan. Cukup menulis dari rumah sambil menjaga anak-anak, pundi-pundi keuangan sudah bertambah.
Sayangnya, ibu rumah tangga yang ingin menjadi penulis banyak mendapatkan kendala mulai dari waktu yang seakan tidak berpihak kepada mereka, bad mood dan kesehatan yang terganggu. Alasan-alasan yang demikian ini yang biasanya digunakan mereka agar libur dari menulis. Padahal jika libur dari menulis satu hari saja, maka rasa malas menulis menjadi tumbuh subur.
Baca juga: 51 Jenis Font Keren untuk Desain dan Menulis Buku 2021
Lantas bagaimana cara agar tetap konsisten menulis walaupun badai menerjang?
Berikut adalah cara menjaga agar menulis dapat konsisten yang disarikan dari tulisan Indah Nitha tentang menjaga konsistensi menulis.
- Menghancurkan penghambat dari menulis. Penghambat di sini bisa jadi kesehatan dari penulis. Seorang penulis khususnya ibu rumah tangga, akan yang menemui yang namanya lelah setelah seharian menjadi ibu bagi anak-anak dan istri bagi pasangan. Setelah menemani anak dan suami, masih harus menulis untuk kesibukannya. Dibutuhkan tubuh yang sehat agar bisa menulis dengan baik. Sedang ibu-ibu penulis biasanya menulis setelah jam Sembilan malam ke atas setelah anak-anak tidur. Salah satu cara agar tetap fit adalah konsumsi makanan yang sehat dan minum yang cukup. Intinya dengan tubuh yang sehat, menulis akan lancar.
- Membenarkan kata, “Tidak ada waktu” menjadi “Ada banyak waktu”. Terkadang perasaan tidak ada waktu bagi ibu rumah tangga untuk menulis menjadi alasan pembenaran untuk tidak menulis. Padahal sekali tidak menulis bisa menjadi racun bagi hari-hari selanjutnya untuk berhenti menulis. Biasakan buat jadwal harian agar ada waktu menulis yang bisa diselipkan di antara kegiatan harian. Buat kegiatan seefektif mungkin agar tetap ada waktu buat menulis. Dengan adanya jadwal, menulis tetap jalan terus.
- Mengubah bad mood menjadi good mood. Suasana yang buruk membuat penulis kehilangan nafsu untuk menulis. Anak yang rewel, suami yang ngambek atau keuangan yang menipis bisa membuat ibu rumah tangga menjadi lelah pikiran. Me time bisa menjadi salah satu cara untuk menghilangkan bad mood.
- Temukan alasan yang kuat untuk menulis. Alasan dari ibu rumah tangga untuk menulis seperti ingin menjadi orang yang bermanfaat lewat tulisan, ingin dikenal atau menambah penghasilan keluarga bisa menjadi pendorong agar bisa konsisten menulis.
Teruslah menulis dan berkarya, bermanfaat dalam kehidupan ini dan menjadi yang terbaik.
Baca juga:
- Bagaimana Cara Membuat Teks Persuasif Sesuai Jenis dan Strukturnya?
- Teks Eksplanasi Adalah Kalimat Penjelasan, Benarkah? Ini Pengertian dan Ciri-cirinya!
