Bernas.id – Banyak dari orang tua berkeinginan anaknya, setelah besar nanti menjadi pengusaha sukses. Keinginan ini tidak semata-mata langsung jadi. Tetapi akan lebih baik lagi apabila orang tua dapat berperan serta agar sang anak mengikuti cara orang tua menuju kesuksesannya. Cara orang tua dalam mendidik anak sebagai entrepreneur sebagai berikut:
1. Anak dikenalkan dengan target;
Apabila anak kita diikutsertakan oleh sekolah untuk mengikuti olimpiade matematika di luar kota ataupun kegiatan yang bersifat perlombaan, orang tua dapat menyampaikan target sebagai berikut:
(a) Saat pergi tidak ditemani oleh orang tua (sasarannya agar anak dapat mandiri);
(b) Saat berkumpul dengan siswa sekolah lainnya, diminta mencari teman baru sebanyak 5 orang (melatih menambah jaringan);
(c) Memperoleh juara, terserah apakah juara 1, juara 2, juara 3 atau juara harapan. Apabila juara akan diberi hadiah.
Apabila dari tiga target, satu atau dua target tercapai, orang tua harus mengapresiasinya. Sehingga ia gembira dan akan menjadi kesan mendalam baginya.
2. Belajar berdagang;
Mengajarkan anak berdagang, akan meningkatkankepercayaan diri serta belajar berkomunikasi. Namun hal ini tidak mudah. Apalagi, ia tidak terbiasa melihat orang tuanya berdagang. Sebaiknya untuk berdagang, dimulai orang tua terlebih dahulu. Anak diikutsertakan dalam berdagang (maaf, bukan dalam arti mempekerjakan anak-anak, lo). Lama kelamaan, kondisi itu akan menjadi kebiasaan bagi si anak. Sehingga saat dewasa nanti dia bisa meniru jejak perdagangan orang tuanya.
3. Belajar Manajemen Keuangan;
Melatih mengelola uang, dimulai mengatur uang transportasi dan jajan. Awalnya, beri uang setiap hari. Apabila kesehariannya ia bisa menabung. Maka, anak dapat diberi kepercayaan dengan memberi uang dalam satu mingguan. Bila dalam beberapa minggu anak bisa menabung, orang tua bisa beri uang dalam satu bulanan.
Terkait mengelola keuangan, dibiasakan untuk melakukan sedekah. Karena dengan bersedekah, akan meningkatkan daya beli orang. Jika demikian, perputaran ekonomi makro akan semakin baik dan orang akan semakin banyak berbelanja.
4. Belajar Kegagalan.
“Tak semua orang mampu menghadapi kegagalan dengan bijak. Justru dengan anak mengalami kegagalan, saatnya orangtua melatih mereka bagaimana jadi pribadi yang tangguh dan bisa menghadapi kenyataan serta mampu melanjutkan langkah berikutnya,” ujar Jamie M. Howard, PhD, seorang psikolog klinis. Artinya , si anak perlu dilatih artinya kegagalan. Selanjutnya, peran orangtua setelah adanya kegagalan melakukan tiga langkah penting yaitu:
(a) Memberikan empati sehingga si anak merasakan bahwa ia tidak sendirian saat menghadapi kekecewaan;
(b) Menceritakan kepada anak bahwa semua orang pasti gagal, agar si anak tidak tenggelam dalam kesedihan;
(c) Meminta kepada si anak untuk mencari tahu penyebab kegagalannya, sehingga ke depannya ia dapat meminimalisir kegagalan.
Silakan dipraktikkan ya! Mungkin tidak mudah, tapi berusahalah semaksimal mungkin!
