Bernas.id ? Pada era globalisasi seperti ini, perilaku konsumen saat ini cenderung mengalami perubahan, yaitu perluasan motivasi kunjungan. Sebab ada di antara mereka yang sama sekali tidak memiliki motivasi belanja namun dengan maksud refreshing atau sekedar jalan-jalan.
Banyak muda-mudi, pasangan baru nikah, atau pasangan lanjut usia butuh refreshing. Mereka berjalan-jalan di mall kemudian berhenti di cafe. Memesan makanan dan ngobrol dengan santai. Mereka anggap lokasi mall sebagai lokasi wisata yang mengasyikkan. Harap maklum, di kota besar jarang ditemui tempat wisata.
Sebagai pramuniaga yang kompeten, sapalah mereka!
Bekerjalah seperti pemandu wisata;
Pramuniaga: ?Selamat siang, Ibu. Lagi santai jalan-jalan, ya??
Konsumen: ?Iya, nih, Mbak. Refreshing saja, daripada suntuk, bosan di rumah.?
Pramuniaga: ?Oh, silahkan, Bu.? Dampingi mereka!
?Ini stand asesoris dan kerajinan hand made, buatan tangan. Ada kreasi baru untuk memperindah ruang tamu Ibu. Vas bunga keramik untuk sudut ruang. Bantal kursi warna-warni berbagai bentuk kreasi. Di stand ini, ada diskon khusus. Bila Ibu berjalan ke arah sana, ada cafe mini dengan menu favorit. Sedang ada promo beli seporsi gurameh asam manis gratis cah kangkung. Mari saya antar, bu.?
Bertugaslah seperti penjaga stand pameran;
Ada pengunjung berjalan-jalan mondar-mandir dari stand ke stand. Nampak matanya mencari-cari sesuatu di seluruh ruang dan rak display. Sesekali dia memegang barang tertentu, kemudian meraba, mencium, atau menelitinya. Kemungkinan besar dia sedang mencari inspirasi, ide-ide kreatif, barang baru, model baru, corak baru, inisiatif baru, atau suasana baru.
Sementara biarkan pengunjung itu ?berkeliaran? di stand. Anggap saja pengunjung tersebut seperti sedang berada di stand pameran. Setelah dirasa cukup, dekatilah dia! Dampingi dan iringi ke arah mana dia melangkah. Ketika posisi sudah stabil maka sapalah dia. Perhatikan sudut matanya! Anda bisa bercerita apa saja tentang barang yang sedang menjadi fokus matanya memandang.
Pramuniaga: ?Selamat siang, Ibu. Apakah handycraft ini Ibu suka? Itu hiasan dinding lukisan dari bulu ayam. Yang itu bonsai dari akar pohon yang dibalik. Kemudian dipasangi dedaunan asli yang dikeringkan. Ada anyaman dari bilah bambu untuk keranjang buah atau parcel.?
Pengunjung: ?Ah, iya, Mbak. Ini bagus-bagus, saya senang melihatnya.?
Pramuniaga: ?Kalau yang Ibu pegang itu merupakan buah karya dari Kelompok Belajar Usaha. Piring dari anyaman lidi, jadi dinamai Piring Lidi. Sudah banyak digunakan di warung makan, lesehan maupun restoran. Alas makanan bisa pakai daun pisang atau kertas daun yang dibentuk bundar.?
Pengunjung: ?Mbak, tahu supplayer piring lidi ini alamatnya di mana? Saya jadi tertarik untuk belajar membuatnya. Ini unik dan menarik. Sebuah ide baru, kreasi baru yang belum terlintas di benak saya.? Pengunjung mengungkapkan maksudnya.
Pramuniaga: (Si Ibu ini rupanya ingin membuat sendiri, nih. Mmm, okey, aku mau bilang begini saja), ?Wah! Itu luar biasa, Bu. Jarang sekali ada orang sesibuk Ibu masih mau belajar membuatnya. Mending beli saja beberapa lusin, jadi tidak repot, Bu.?
Pengunjung ini memiliki potensi menjadi pembeli spontan. Tetap usahakan berkomunikasi dengan para pengunjung. Arahkan pembicaraan kepada barang yang menjadi perhatiannya. Raihlah omsetnya kemudian!
